Kereta Jadi Lahan Potensial Tularkan Covid-19

Kereta Jadi Lahan Potensial Tularkan Covid-19

02 Aug 2020

Dokterdigital.com - Transportasi umum menjadi salah satu alat potensial yang menularkan virus corona, misalnya pada kereta. Sebuah studi oleh para ilmuwan dari University of Southampton telah meneliti kemungkinan tertular Covid-19 di gerbong kereta yang mengangkut orang yang terinfeksi virus corona.

 

Berdasarkan rute berkecepatan tinggi di Cina, peneliti dari WorldPop menemukan bahwa untuk penumpang kereta duduk dalam tiga baris (lebar) dan lima kolom (memanjang) dari orang yang terinfeksi (pasien indeks) antara nol hingga sepuluh persen (10,3) tertular penyakit. Tingkat transmisi rata-rata untuk penumpang  'kontak dekat' ini adalah 0,32 persen.

 

Studi ini, bekerja sama dengan Chinese Academy of Sciences, China Academy of Electronics and Information Technology, dan Chinese Centre for Disease Control and Prevention, juga menunjukkan bahwa penumpang yang bepergian di kursi yang berbatasan langsung (bersebelahan) dengan pasien yang terinfeksi mengalami tingkat penularan tertinggi, dengan rata-rata 3,5 persen tertular penyakit. Bagi mereka yang duduk di baris yang sama, angkanya 1,5 persen.

 

'Tingkat serangan' untuk setiap kursi — jumlah penumpang di kursi tertentu yang didiagnosis dengan Covid-19, dibagi dengan jumlah total penumpang yang bepergian di kursi yang sama — meningkat sebesar 0,15 persen untuk setiap jam ketika seseorang bepergian dengan pasien yang terinfeksi. Bagi mereka yang duduk di kursi yang berdekatan, tingkat kenaikan ini lebih tinggi yaitu 1,3 persen per jam.

 

Menariknya, para peneliti menemukan bahwa hanya 0,075 persen orang yang menggunakan kursi yang sebelumnya ditempati oleh pasien terinfeksi bisa tertular penyakit, demikian menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases.

 

Tim WorldPop, para ahli dalam pemetaan populasi, menggunakan pemodelan canggih untuk menganalisis rencana perjalanan yang teranonimkan dan data infeksi yang berkaitan dengan kereta penumpang di jaringan kereta G berkecepatan tinggi Cina. Ini termasuk mereka yang memiliki Covid-19 pada saat perjalanan dan kontak dekat mereka (yang menunjukkan gejala dalam 14 hari perjalanan). Data, yang mencakup periode antara 19 Desember 2019 hingga 6 Maret 2020, termasuk 2.334 pasien indeks (orang yang terinfeksi) dan 72.093 kontak dekat. Waktu perjalanan yang mereka tempuh berkisar antara kurang dari satu jam hingga delapan jam.

 

Peneliti utama, Dr. Shengjie Lai, mengatakan penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan risiko penularan Covid-19 di kereta, lokasi kursi dan waktu perjalanan seseorang dalam kaitannya dengan orang yang menular dapat membuat perbedaan besar, apakah (virus) itu ditularkan. Temuan menunjukkan bahwa selama epidemi Covid-19 penting untuk mengurangi kepadatan penumpang dan mempromosikan langkah-langkah kebersihan pribadi, pemakaian masker dan kemungkinan melakukan pemeriksaan suhu sebelum naik moda transportasi.

 

Para peneliti menyimpulkan bahwa mengingat tingkat serangan yang diperkirakan untuk penumpang di baris yang sama dengan pasien terinfeksi, jarak sosial yang aman lebih dari satu meter diperlukan untuk satu jam yang dihabiskan untuk bepergian bersama. Setelah dua jam kontak, peneliti menganggap jarak kurang dari 2,5 meter mungkin tidak cukup untuk mencegah penularan.

 

“Penelitian kami adalah yang pertama untuk mengukur risiko individu penularan Covid-19 pada transportasi umum berdasarkan data dari penyelidikan epidemiologis kasus penyakit dan kontak dekat mereka pada kereta berkecepatan tinggi,” imbuh Direktur WorldPop, Profesor Andy Tatem.

 

“Ini menunjukkan bahwa risiko penularan tidak hanya berkaitan dengan jarak dari orang yang terinfeksi, tetapi juga waktu di hadapan mereka. Kami berharap dapat membantu memberi tahu pihak berwenang secara global tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga diri terhadap virus dan pada gilirannya membantu mengurangi penyebarannya,” tandasnya.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check