Glaxo dan Sanofi Menangkan Kontrak Vaksin Covid-19 dari Pemerintah AS

Glaxo dan Sanofi Menangkan Kontrak Vaksin Covid-19 dari Pemerintah AS

01 Aug 2020

Dokterdigital.com- Raksasa farmasi GlaxoSmithKline dan Sanofi Pasteur mengumumkan keduanya telah memenangkan komitmen pembiayaan dari pemerintah federal AS hingga US$2,1 miliar (setara Rp30,8 triliun) untuk mendorong kedua perusahaan bergerak maju mengembangkan vaksin coronavirus bersama-sama yang diusulkan sebagai bagian dari Operation Warp Speed.

 

Kedua perusahaan itu mengatakan pada April silam bahwa mereka akan bekerja sama untuk membuat vaksin melawan Covid-19, menggunakan teknologi vaksin flu Sanofi dan adjuvan Glaxo - senyawa yang meningkatkan kekuatan vaksin.

 

Kini keduanya memiliki kesepakatan dengan pemerintah AS untuk memproduksi hingga 100 juta dosis vaksin tahun depan, dengan opsi untuk 500 juta dosis lagi. Ini merupakan pengumuman pendanaan terbesar untuk vaksin Operation Warp Speed sejauh ini. “Kebutuhan global akan vaksin untuk membantu mencegah Covid-19 sangat besar, dan tidak ada satu pun vaksin atau perusahaan yang dapat memenuhi permintaan global sendirian,” kata Thomas Triomphe, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Global Sanofi Pasteur.

 

Perusahaan mengatakan mereka berencana untuk memulai studi keselamatan Fase 1/2 gabungan pada bulan September, dengan ujicoba efikasi Fase 3 pada akhir tahun - jika semua berjalan sesuai rencana.

 

"Portofolio vaksin yang sedang dikumpulkan untuk Operation Warp Speed ​​meningkatkan peluang bahwa kami akan memiliki setidaknya satu vaksin yang aman dan efektif segera setelah akhir tahun ini," kata Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Alex Azar dalam sebuah pernyataan yang didistribusikan oleh Glaxo.

 

Moncef Slaoui, Kepala Penasihat Operation Warp Speed, mengatakan bahwa program tersebut akan mendanai delapan vaksin coronavirus yang berbeda. Ini termasuk vaksin yang dibuat oleh Moderna dan Pfizer, yang memulai ujicoba lanjutan pada sukarelawan sejak Senin awal pekan ini, vaksin dari AstraZeneca dan Universitas Oxford yang dalam ujicoba Tahap 3 di Inggris, Brazil, dan Afrika Selatan, dan yang diharapkan akan memulai ujicoba di AS pada bulan Agustus, serta vaksin yang dibuat oleh Johnson & Johnson dan Novavax dijadwalkan untuk memulai ujicoba Tahap 3 pada bulan September. Upaya bersama Sanofi-Glaxo akan menjadi yang keenam sebagai bagian dari program, demikian CNN.

 

Pfizer dan mitra vaksinnya, BioNTech, memiliki kesepakatan senilai US$1,95 miliar dengan Operation Warp Speed; Novavax mendapatkan kesepakatan US$1,6 miliar; Kontrak AstraZeneca sebesar US$1,2 miliar; Moderna US$900 juta; dan anak perusahaan Johnson & Johnson Janssen mendapatkan kontrak US$450 juta, menurut situs web Biomedical Advanced Research and Development Authority HHS.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check