Meski Pakai APD Lengkap, Nakes 3 Kali Lipat Rentan Tertular Covid-19

Meski Pakai APD Lengkap, Nakes 3 Kali Lipat Rentan Tertular Covid-19

01 Aug 2020

Dokterdigital.com - Mengenakan alat pelindung diri (APD) ketika merawat pasien dengan Covid-19 ternyata tidak cukup untuk sepenuhnya menghilangkan ancaman dari virus bagi  pekerja medis, demikian menurut sebuah studi baru dari King's College London.

 

Petugas perawatan kesehatan dengan sarung tangan, pakaian khusus dan masker wajah yang memadai masih memiliki 3,4 kali risiko tertular virus corona dibandingkan dengan populasi umum, demikian menurut temuan penelitian. Studi menemukan bahwa petugas perawatan kesehatan etnis tertentu memiliki risiko yang lebih besar untuk tes positif Covid-19.

 

Orang Amerika keturunan Afrika, Latin, dan etnis minoritas lainnya 5 kali lebih mungkin terkena Covid-19 daripada rekan mereka yang berkulit putih, demikian temuan studi tersebut.

 

“Setidaknya 20 persen pekerja layanan kesehatan melaporkan minimal satu gejala yang terkait dengan infeksi SARS-CoV-2 dibandingkan dengan 14,4 persen dari populasi umum. Gejala yang dilaporkan antara lain kelelahan, kehilangan kemampuan membaui atau rasa, dan suara serak sangat sering terjadi,” sebut peneliti.

 

Para peneliti menggunakan aplikasi COVID Symptom Tracker untuk mempelajari data lebih dari 2 juta orang, termasuk hampir 100.000 pekerja kesehatan garis depan di Amerika Serikat dan Inggris antara 24 Maret hingga 23 April 2020. Mereka menemukan lebih dari 2.700 kasus Covid-19 per 100.000 petugas layanan kesehatan dibandingkan dengan lebih dari 240 kasus per 100.000 di antara populasi umum.

 

“Data ini jelas dalam mengungkapkan bahwa masih ada risiko peningkatan infeksi SARS-Co-V-2 meskipun ketersediaan APD dalam jumlah memadai,” kata Profesor King's College London dan penulis studi senior Sebastien Ourselin.

 

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa 10-20% infeksi coronavirus terjadi di antara pekerja medis garis depan yang menangani pasien Covid. “Studi kami memberikan penilaian yang lebih tepat tentang besarnya peningkatan risiko infeksi di kalangan petugas kesehatan dibandingkan dengan masyarakat umum,” kata Dr. Andrew Chang, seorang penulis studi senior dan direktur epidemiologi kanker di Rumah Sakit Umum Massachusetts.

 

Pada saat penelitian dilakukan, penyedia layanan kesehatan di AS dan Inggris mengalami kekurangan parah pada sarung tangan, pakaian khusus dan masker wajah. Para penulis mengatakan hasil penelitian serupa sekarang mungkin berbeda. "Banyak negara, termasuk AS, terus menghadapi kekurangan APD yang menjengkelkan," kata Chang. “Hasil kami menggarisbawahi pentingnya menyediakan akses yang memadai untuk APD dan juga menunjukkan bahwa rasisme sistemik yang terkait dengan ketidaksetaraan untuk mengakses APD cenderung berkontribusi pada risiko infeksi yang tidak proporsional di antara pekerja kesehatan garis depan minoritas.”

 

Penelitian ini menekankan bahwa sistem perawatan kesehatan harus memastikan ketersediaan APD yang memadai dan mengembangkan strategi tambahan untuk melindungi petugas layanan kesehatan dari Covid-19, terutama yang berasal dari latar belakang etnis kulit hitam, Asia, dan minoritas. Studi ini telah dipublikasikan di jurnal Lancet Public Health.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check