Aturan Main Makan Daging Kambing dan Domba

Aturan Main Makan Daging Kambing dan Domba

31 Jul 2020

Dokterdigital.com - “Jangan makan daging  kambing, nanti kolesterol tinggi“ Meski itu sebatas mitos, namun banyak orang menghindari daging kambing atau domba karena dituding sebagai penyebab hipertensi atau bahkan kolesterol tinggi. 

 

Seperti daging sapi, domba adalah sumber protein, asam lemak omega-3, vitamin B12, niasin, seng, dan zat besi. Sedangkan daging kambing mengandung lebih sedikit lemak dan kalori daripada daging merah lainnya, namun mengandung banyak vitamin dan nutrisi. Kandungan lemak jenuh pada daging kambing juga rendah – bahkan lebih kecil dari ayam, demikian dilaporkan Healthline.

 

Ahli nutrisi menyebut, daging kambing memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan daging sapi karena kandungan lemak dan kolesterolnya yang lebih rendah. Dalam takaran 100 gram, lemak daging kambing hanya 3,03 gram, sedangkan daging sapi 7,72 gram. Kolesterol daging kambing juga sedikit lebih rendah, yakni 75 miligram, dan kolesterol sapi 80 miligram. Keunggulan lain adalah daging kambing mengandung lebih banyak zat besi dan zinc dibandingkan daging sapi.

 

Apa saja kandungan gizi pada daging domba/kambing? Berikut ulasannya:

 

1. Kaya zat besi

Daging kambing/domba kaya zat besi yang bermanfaat dalam menjaga kadar hemoglobin untuk pembentukan sel darah merah. Zat besi yang terkandung dalam daging mudah diserap ke dalam tubuh.

 

2. Tingkatkan kekebalan tubuh

Daging domba mengandung banyak zinc yang membantu menunjang sistem kekebalan janin, memastikan pertumbuhan dan pembelahan sel berlangsung baik. Selain itu, daging domba merupakan sumber vitamin B12 yang menjaga sistem saraf tetap sehat, membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia. Kandungan tembaga pada daging domba membantu memastikan pertumbuhan maksimal janin di dalam kandungan.

 

3.Sumber protein hewani

Daging domba merupakan sumber protein hewani yang berkontribusi terhadap peningkatan kebutuhan protein dalam kehamilan yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin.

 

Tidak diragukan lagi daging domba/kambing adalah sumber semua nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan. Namun harus tetap hati-hati saat menyantap daging ini karena ada beberapa faktor risiko, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

 

Namun demikian ada rambu-rambu yang harus diperhatikan terkait dengan konsumsi daging domba. Berbeda dengan daging kambing, daging domba mengandung kolesterol tinggi dan lemak jenuh yang dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak darah secara signifikan – yang tidak diharapkan dalam kehamilan. Domba juga mengandung natrium (garam), sehingga jika banyak mengonsumsi daging merah ini dapat meningkatkan tekanan darah pada kehamilan.

 

Kandungan histamin pada domba dapat menyebabkan alergi pada beberapa orang. Eksim adalah salah satu bentuk infeksi yang paling umum. Dalam beberapa kasus, sejumlah orang mungkin juga menderita asma, batuk, pilek dan bahkan reaksi anafilaksis (reaksi alergi yang dapat mengancam nyawa).

    

Saat memasak daging domba, ikuti pedoman suhu dan waktu yang disarankan. Tujuannnya untuk memastikan daging dimasak matang sempurna untuk mencegah besar penyakit yang ditularkan melalui makanan.

 

Bagi pencinta sate kambing/domba, usahakan agar tidak memanggangnya hingga gosong. Saat proses pemanggangan, protein pada daging kambing yang terkena panas tinggi bisa berubah menjadi zat karsinogen (yang bisa memicu kanker).

 

Silakan makan daging domba/kambing, namun tidak berlebihan.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check