Mengapa Jumlah Infeksi Covid-19 pada Anak Indonesia Tinggi? Ini Alasannya

Mengapa Jumlah Infeksi Covid-19 pada Anak Indonesia Tinggi? Ini Alasannya

29 Jul 2020

Dokterdigital.com - Kasus positif virus corona di Indonesia telah melewati angka 100.000, atau tepatnya mencapai 100.303 kasus pada 27 Juli 2020, dengan total kasus kematian mencapai 4.838. Satgas Covid-19 melalui situs Covid19.go.id melaporkan hingga Selasa (28/7), tercatat 102.051 kasus Covid-19 naik 1.748 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Total korban meninggal akibat virus coona mencapai 4.901 orang, dan 36.611 pasien masih dalam perawatan.

 

Pandemi Covid-19 di Indonesia bisa dibilang suram. Yang lebih mencemaskan adalah Covid-19 di Indonesia juga banyak terjadi pada anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan data kematian anak akibat Covid-19 di Tanah Air,  hingga saat ini secara keseluruhan tercatat 70 persen dari kasus anak meninggal karena infeksi  virus corona berada di bawah usia  6 tahun, berdasarkan data kasus Covid-19 pada anak yang dihimpun hingga 20 Juli 2020, menurut Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Aman Bhakti Pulungan, di Jakarta, Kamis (23/7).

 

Dari angka itu, sebanyak 12% anak terpapar Covid-19 berusia 0 hingga 28 hari, 33% berusia 29 hari hingga 11 bulan 29 hari, dan 25% lainnya berusia satu tahun hingga lima tahun 11 bulan 29 hari. Total 70 persen kematian anak karena Covid-19 berada di kelompok ini. Sisanya, 30%, di kelompok usia enam hingga 18 tahun. Mereka terdiri dari 12 persen berusia enam tahun hingga sembilan tahun 11 bulan 29 hari, dan 18 persen berusia 10 hingga 18 tahun.

 

Persentase tersebut berasal dari jumlah seluruhnya 51 kasus anak meninggal karena virus corona sejak 17 Maret hingga 20 Juli 2020. Sedang jumlah kasus infeksi terkonfirmasi pada anak seluruhnya dalam periode yang sama mencapai 2.712. Anak yang berstatus sebagai kasus suspek sebanyak 7.633 dimana 290 di antaranya juga meninggal.

 

Angka infeksi Covid-19 pada anak di Indonesia lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara. BBC melaporkan, Malaysia misalnya, belum mencatat kematian akibat Covid-19 untuk anak di bawah 12 tahun. Sementara, di Amerika Serikat, negara dengan kasus kematian tertinggi akibat Covid-19, angka kematian terkait Covid-19 untuk warga di bawah 25 tahun sebesar 0,15%, per 2 Juli 2020. Di Cina, sebagai negara asal wabah, angka kematian pada individu berusia 19 tahun ke bawah bahkan hanya 0,1%.

 

Aman Pulungan mengatakan kematian anak di Indonesia - salah satu yang tertinggi di dunia - disebabkan faktor yang kompleks. Salah satunya adalah komorbiditas di Indonesia yang berbeda. Faktor yang terlibat antara lain status kesehatan anak kita tidak baik, gizi buruk, pneumonia tinggi, diare, anemia, juga demam berdarah.

 

Penyebab kematian nomor satu dan dua pada anak-anak Indonesia adalah pneumonia dan diare. Selain itu, prevalansi stunting di Indonesia yang berkisar di angka 30 persen juga kurang gizi dan malnutrisi parah sebesar 18 persen (data 2018). Kombinasi dua ini, ketika kelompok anak ini terinfeksi Covid-19, tentu daya tubuh mereka kurang baik. Jika terlambat dtangani, maka akan meninggal.

 

Faktor lain yang menyebabkan kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia tinggi, sebut Aman, akibat keterlambatan pelayanan. Data IDAI menyebut, sejumlah dokter tak dapat kesempatan cukup merawat anak-anak dengan Covid-19. Aman mengatakan, ada anak yang tidak dirujuk  sampai 24 jam, tidak sampai 48 jam, tidak sampai 72 jam. “Jadi ada keterlambatan mereka dirujuk," katanya.

 

Selain itu, pengaruh ketidaksamarataan pelayanan di berbagai daerah yang memicu kematian anak akibat infeksi Covid-19. Aman mendesak dalam waktu dekat pemerintah perlu menggencarkan penelusuran (tracing) kasus dan pengetesan pada anak. "Pakai PCR (polimerase chain reaction), jangan pakai rapid tests. Tidak sempat kita menolong anak [dengan rapid tests]," tandasnya seraya menambahkan setiap kasus kematian anak juga perlu dianalisis, karena masa pandemi Covid-19 masih akan berlangsung dalam waktu cukup lama.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check