Gampang Keguguran? Mungkin Kurang Selenium

Gampang Keguguran? Mungkin Kurang Selenium

28 Jul 2020

Dokterdigital.com - Kekurangan selenium jarang dibicarakan atau diberi bobot yang sama dengan defisiensi vitamin B dan D. Meskipun demikian, selenium sama pentingnya untuk berbagai fungsi tubuh seperti sintesis DNA, reproduksi, kekebalan, endokrin, metabolisme, dan proses sistem kardiovaskular.

 

The National Institute of Health’s Office of Dietary Supplements (ODS) merekomendasikan agar anak-anak berusia 14 dan orang dewasa mendapatkan selenium 55 mikrogram per hari, 60 mcg untuk wanita hamil, dan 70 mcg diperlukan untuk wanita menyusui.

 

Sejumlah negara seperti Eropa dan Cina memiliki kandungan selenium lebih rendah di tanahnya daripada Amerika Serikat, yang menyebabkan ternak mengalami kekurangan mineral ini. Situasi ini mengkhawatirkan karena menyebabkan penyakit ‘otot putih’ suatu kondisi di mana otot aus karena stres oksidatif.

 

Beberapa orang lebih rentan apabila mengalami defisiensi selenium daripada yang lain. Wanita hamil dengan defisiensi selenium dapat mengalami keguguran, merusak organ janin, atau memiliki bayi dengan berat lahir rendah. Kekurangan selenium juga dapat mempengaruhi tingkat kesuburan pada kedua jenis kelamin.

 

Karena tubuh tidak dapat menghasilkan trace mineral ini secara mandiri, maka makanan merupakan sumber selenium terbaik dibandingkan dengan suplemen karena mineral dapat menjadi racun bahkan pada tingkat rendah, demikian menurut Wellness Mama.

 

Kekurangan selenium saja tidak menyebabkan masalah kesehatan: Butuh multipel defisiensi untuk memunculkan sejumlah gejala sebagaiberikut:

 

1. Orang dengan penyakit penyerta

 

Kekurangan selenium lebih umum pada orang dengan dialisis ginjal dan mereka yang HIV positif. Kondisi ini  juga mempengaruhi orang-orang yang makan makanan olahan yang tidak sehat yang mengandung lebih sedikit selenium. Kekurangan selenium juga memicu proses biokimia yang membuat orang lebih rentan terhadap perubahan tubuh yang menyebabkan penyakit.

 

2. Berkurangnya kekuatan otot

 

Orang yang memiliki selenium rendah cenderung mengalami gangguan otot rangka dan otot jantung lemah, yang lazim disebut sebagai penyakit Keshan.

 

3. Kelelahan

 

Kekurangan selenium menyebabkan kelelahan. Defisiensi menyebabkan hilangnya fungsi tiroid, yang disertai dengan kelelahan.

 

4. Kabut otak

 

Jika kandungan selenium dalam tubuh rendah, hal itu dapat menyebabkan kondisi pikiran berkabut, tetapi biasanya terjadi bersamaan dengan gejala lainnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan selenium rendah memiliki hasil tes kognitif yang buruk.

 

5. Gangguan fungsi kekebalan tubuh

 

Penyakit menular dan patogen parasit berubah menjadi penyakit berbahaya dengan kekurangan selenium. Beberapa gejala parah yang mungkin muncul di antaranya gagal ginjal, kesulitan bernapas, dan gangguan jantung.

 

Tanda Toksisitas Selenium

 

Selenium lebih baik diserap dari sumber makanan daripada dari suplemen, namun perlu diingat bahwa terlalu banyak bisa berubah menjadi racun. Selama kita makan makanan seimbang, keracunan mineral ini bisa dhindari. Tanda-tanda yang harus diperhatikan adalah: rambut dan kuku rapuh, ruam kulit, diare, mual, gigi berubah warna, bau mulut dan iritabilitas.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check