Pandemi Covid-19 Hasilkan Tambahan 7 Juta Anak Malnutrisi Akut

Pandemi Covid-19 Hasilkan Tambahan 7 Juta Anak Malnutrisi Akut

28 Jul 2020

Dokterdigital.com - Tak kurang dari 7 juta tambahan anak di seluruh dunia dapat menderita kekurangan gizi akut akibat dampak pandemi Covid-19, menurut analisis yang diterbitkan di jurnal medis Lancet. Gangguan dalam mobilitas dan sistem pangan yang disebabkan oleh penguncian yang relatif singkat sekalipun akan menghasilkan penurunan hampir 8% dari pendapatan nasional bruto (PDB) per kapita dibandingkan dengan proyeksi pra-pandemi.

 

Penurunan PDB per kapita dikaitkan dengan peningkatan malnutrisi akut atau anak kurus dengan berat badan kurang dibanding tinggi badan sekaligus prediktor kuat kematian di kalangan balita, demikian menurut lembaga PBB yang menaungi masalah anak, UNICEF.

 

Proyeksi ini menunjukkan peningkatan 14% dalam jumlah anak di bawah 5 tahun dengan kategori kurus sedang atau berat, yang berarti ada sekitar 6,7 juta tambahan  tahun ini dibandingkan dengan proyeksi pra-pandemi, kata UNICEF.

 

Hampir 130.000 kematian tambahan dipreediksi akan terjadi akibat kurang gizi pada anak di bawah 5 tahun, lebih dari setengahnya terjadi di Afrika Sub-Sahara.

 

Covid-19 diperkirakan akan meningkatkan risiko semua bentuk malnutrisi, demikian tulis tim di konsorsium Standing Together for Nutrition, menambahkan perkiraan mereka cenderung konservatif karena durasi pandemi tidak diketahui.

 

Covid-19 telah menghasilkan pengurangan 30% layanan nutrisi esensial di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, kata pemimpin empat badan PBB dalam komentar yang menyertainya. Beberapa negara ini telah melihat penutupan total layanan ini selama penguncian. PBB memperkirakan minimal US$2,4 miliar diperlukan untuk merawat dan mencegah anak yang mengalami malnutrisi.

 

PBB menyerukan lima tindakan mendesak untuk melindungi hak anak-anak atas gizi selama pandemi, termasuk mempertahankan makanan sekolah dan memperluas perlindungan sosial yang mencakup layanan pola makan.

 

"Kami mengeluarkan seruan untuk bertindak guna melindungi hak anak-anak atas nutrisi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ini membutuhkan respons cepat dan investasi dari pemerintah, donor, sektor swasta, dan PBB," desak empat pemimpin PBB dalam komentar di Lancet.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check