Virus Corona Lintasi Plasenta dan Menginfeksi Bayi di Rahim

Virus Corona Lintasi Plasenta dan Menginfeksi Bayi di Rahim

15 Jul 2020

Dokterdigital.com - Peneliti Perancis melaporkan tentang penularan Covid-19 melintasi plasenta setelah seorang ibu terinfeksi selama trimester terakhir kehamilan. Ibu dan bayinya dinyatakan positif terkena virus corona, menurut laporan yang diterbitkan  di jurnal Nature Communications, Selasa (14/7).

 

Wanita itu dirawat di rumah sakit Prancis pada Maret silam dengan gejala termasuk demam dan batuk parah. Bukti genetik coronavirus terdeteksi dalam darahnya dan pada swab (usap) nasofaring dan vagina. Dokter memutuskan untuk melahirkan bayi melalui operasi caesar.

 

Tes juga mendeteksi SARS-CoV-2 pada bayi baru lahir. Beberapa hari setelah kelahiran, bayi itu juga mengalami komplikasi neurologis, termasuk kontraksi otot yang tidak teratur. Cairan tulang belakang otak bayi diuji negatif untuk virus corona atau kuman lainnya. Pada 11 hari setelah kelahiran, MRI otak si bayi menunjukkan kelainan di beberapa daerah materi putih.

 

Analisis plasenta mendeteksi coronavirus pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada darah ibu atau anak atau dalam cairan ketuban utuh yang mengelilingi janin sebelum lahir. Ini bukti yang menunjjukkan bahwa virus corona melintasi plasenta dan menginfeksi bayi di dalam rahim.

 

Sang ibu dipulangkan dalam kondisi baik - enam hari setelah melahirkan, dan si bayi dipulangkan setelah 18 hari. Sekitar dua bulan kemudian, anak itu menunjukkan kondisi neurologis yang membaik dengan pemeriksaan klinis menunjukkan hasil normal.

 

Peneliti lain telah menggambarkan potensi penularan Covid-19 selama periode segera sebelum atau setelah kelahiran. Para penulis studi Nature Communications mengatakan bahwa kasus-kasus ini memiliki masalah yang belum terselesaikan, seperti rute yang tidak jelas untuk penularan virus corona.

 

"Penting untuk memperjelas apakah dan bagaimana SARS-CoV-2 mencapai janin sehingga mencegah infeksi neonatal, mengoptimalkan manajemen kehamilan dan akhirnya lebih memahami biologi SARS-CoV-2," tandas peneliti seperti dilaporkan CNN.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check