WHO Akui Covid-19 Menular via Udara, Ini Panduan Terbarunya

WHO Akui Covid-19 Menular via Udara, Ini Panduan Terbarunya

10 Jul 2020

Dokterdigital.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), akhirnya mengakui bahwa virus corona dapat ditularkan melalui udara (airborne). Lembaga kesehatan dunia itu awalnya menolak klaim virus corona disebarkan melalui udara, dan bersikukuh Covid-19 bisa menular melalui air liur, sekresi dan tetesan dari penderita melalui batuk, bersin atau bicara atau permukaan yang terkontaminasi. Karena alasan inilah jaga jarak dan cuci tangan lebih ditekankan, dan WHO merekomendasikan pemakaian masker bagi yang sakit.

 

Namun belum lama ini ratusan ilmuwan mengirimkan semacam rekomendasi kepada WHO agar lembaga itu mempertimbangkan bahwa Covid-19 bisa ditularkan melalui udara dan memperbarui panduannya. Dalam panduan terbaru, WHO sepakat bahwa beberapa laporan yang berkaitan dengan kondisi ramai di dalam ruangan memungkinkan adanya penularan. Misalnya dalam ruangan di mana latihan paduan suara dilakukan, di restoran atau di kelas kebugaran.

 

Namun demikian WHO menekankan harus lebih banyak penelitian dilakukan untuk memastikan hal ini, seperti dikutip Reuters. Pedoman baru menyarankan agar orang menghindari keramaian dan memastikan ventilasi yang baik di gedung, dan tentu saja memakai masker.

 

Menurut salah seorang peneliti yang ikut menandatangani surat ke WHO, rekomendasi itu berada di jalur yang benar.  "Ini adalah langkah ke arah yang benar. Makin jelas bahwa pandemi didorong oleh peristiwa penyebaran super, dan bahwa penjelasan terbaik untuk banyak dari peristiwa tersebut adalah penularan udara,” ujar Jose Jimenez, seorang ahli kimia di University of Colorado.

 

Mengomentari hal ini, ahli infeksi terkemuka Amerika yang juga pensihat gugus tugas Covid-19 Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci, mengatakan sejauh ini belum ada banyak bukti kuat tentang penularan udara SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Namun demikian, Fauci mengakui itu masuk akal. “Asumsi yang masuk akal bahwa itu memang terjadi," ujar Fauci seperti dilaporkan CNN. Temuan baru ini menjadi alasan kuat mengapa orang-orang wajib memakai masker.

 

Dalam situsnya, WHO membedakan penyebaran udara dengan droplet. Udara lebih merujuk ke partikel mengambang yang sangat kecil, yang ukurannya lebih besar ketimbang droplet. Contoh penyakit yang ditularkan melalui udara misalnya campak dan tuberkulosis. Keduanya adalah patogen yang sangat menular yang dapat berlama-lama di udara selama berjam-jam.

 

Mengutip Linsey Marr, seorang ahli aerosol di Virginia Tech, aerosol merupakan  partikel di bawah 5 mikron. Hanya partikel yang kecil yang dapat mengapung di udara cukup lama untuk dihirup. Namun kisaran ukuran partikel yang jauh lebih besar telah terbukti berkontribusi terhadap infeksi. 

 

Daripada menyoal ukuran,perbedaan antara penularan melalui tetesan dan udara harus didasarkan pada bagaimana infeksi terjadi. Jika seseorang menghirup virus dan menjadi terinfeksi, itu adalah penularan dari udara. Namun jika infeksi terjadi melalui kontak maka penularannya bisa disebut melalui tetesan.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check