Tinggal di Negara Tropis Tapi Kekurangan Vitamin D, Kok Bisa?

Tinggal di Negara Tropis Tapi Kekurangan Vitamin D, Kok Bisa?

09 Jul 2020

Dokterdigital.com - Meski tinggal di negara tropis, faktanya banyak orang Indonesia yang mengalami kekurangan vitamin D, baik anak, remaja, dewasa, usia lanjut, dan juga ibu hamil. 

 

Vitamin D merupakan salah satu vitamin larut lemak yang berperan dalam sejumlah fungsi penting untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Vitamin D yang selama ini dikenal untuk menjaga kesehatan tulang ternyata mempunyai banyak manfaat, di antaranya menjaga fungsi saraf dan otot, kardiovaskuler, pernapasan, dan sistem imun tubuh. 

 

Hasil penelitian antara lain menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dialami oleh 63% wanita dewasa, 78,2% pada usia lanjut, 61,25% ibu hamil, 44% pada anak usia 6 bulan-12 tahun. Dari hasil pemeriksaan genetik, banyak orang Indonesia juga berisiko kekurangan vitamin D yang disebabkan karena variasi genetik.

 

Faktor risiko lain yang menyebabkan defisiensi vitamin D di Indonesia adalah kurangnya paparan sinar matahari. Ini ironis, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara yang diberikan kelimpahan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Menurut dokter spesialis gizi klinik dari RS Medistra Jakarta, dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, SpGK,masyarakat Indonesia kurang terpapar sinar matahari karena lebih banyak menghabiskan waktu atau bekerja di dalam ruangan dari pagi hingga sore hari. 

 

“Mereka juga takut dengan sinar matahari, takut muncul flek sehingga tidak mau berjemur atau sengaja mengaplikasikan tabir surya sebagai perisai terhadap sinar matahari,” ujar Cindi di acara webinar yang dihelat Kalbe Farma menandai peluncuran Prove D3 dengan tema “New Normal: Masih Perlu Minum Vitamin?” Kamis (9/7).

 

Tanda dan gejala kekurangan vitamin D antara lain:

 

1. Gampang sakit

 

Vitamin D berperan penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh, dalam melawan virus dan bakteri pemicu penyakit. Baik pada orang dewasa maupun anak-anak, vitamin D akan mendukung sel-sel yang bertanggung  jawab dalam melawan infeksi. Saat kekurangan vitamin D, tubuh cenderung gampang sakit sehingga rentan terkena batuk pilek maupun radang tenggorok.

 

2. Mudah lelah

 

Merasa cepat lelah dan gampang letih secara konstan perlu diwaspadai sebagai salah satu tanda kekurangan vitamin D. Studi menunjukkan, kekurangan vitamin D dalam darah bisa menyebabkan kelelahan yang berdampak buruk pada kualitas hidup.  

 

3. Nyeri pada tulang

 

Vitamin D mampu meningkatkan kesehatan tulang. Vitamin ini berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium tubuh. Apabila merasakan nyeri tulang atau sakit punggung, bisa jadi hal ini merupakan gejala kekurangan vitamin D. Riset menunjukkan mereka yang kekurangan vitamin D cenderung sering mengeluh sakit punggung, yang dapat membatasi aktivitas.

 

4. Osteoporosis

 

Vitamin D memegang peranan penting dalam penyerapan kalsium dan metabolisme tulang. Sehingga, saat tubuh kurang vitamin D, risiko terjadinya keropos tulang (osteoporosis) akan naik.  

 

Cindi menambahkan, sekira 90% vitamin D diperoleh dari sinar matahari, dan 10% dari makanan. “Faktor yang membuat masyarakat kekurangan vitamin D adalah makanan yang dikonsumsi kurang, usia lanjut, juga kegemukan,” imbuhnya.

 

Hal yang perlu diketahui, para penyintas penyakit autoimun seperti lupus juga sensitif terhadap sinar matahari, sehingga hampir semua penyintas lupus tersebut kekurangan vitamin D. “Menjaga daya tahan tubuh di New Normal merupakan suatu keharusan bagi kita semua melalui berbagai cara yang bisa kita lakukan salah satunya dengan rutin berjemur,” ujarnya.

 

“Dengan rutin berjemur kita bisa memperoleh vitamin D yang diproduksi di kulit sehingga dapat membantu mencegah penularan infeksi virus Covid-19,” tandas Cindiawaty.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check