WHO Akan Kaji Klaim Covid-19 Bisa Ditularkan Melalui Udara

WHO Akan Kaji Klaim Covid-19 Bisa Ditularkan Melalui Udara

08 Jul 2020

Dokterdigital.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mulai menganalisis laporan baru yang mengklaim bahwa orang dapat terinfeksi virus corona dari partikel-partikel kecil di udara. Tinjauan ini dilakukan setelah lebih dari 200 ilmuwan meminta agensi untuk melihat data dan memperbarui panduannya pada penanganan Covid-19.

 

Covid-19 menyebar terutama melalui tetesan kecil (droplets) yang dilepaskan orang yang terinfeksi saat batuk, bersin, atau berbicara. Berdasarkan studi awal, WHO mengatakan bahwa tetesan ini dengan cepat jatuh ke tanah dan tidak bertahan lama di udara.

 

Tapi 239 ilmuwan dari 32 negara percaya bahwa orang juga bisa mendapatkan coronavirus dari partikel kecil yang beterbangan di udara. Mereka menyoroti bukti baru dari virus yang ditularkan melalui udara dalam surat terbuka kepada WHO, yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases.

 

"Kami mengetahui artikel itu dan sedang meninjau isinya dengan para ahli teknis kami," kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic seperti dilaporkan Reuters.

 

Tanggapan WHO ini terdengar seperti kabar baik bagi banyak ilmuwan dan pakar kesehatan lainnya. “WHO selama ini telah menolak klaim bahwa penularan Covid-19 melalui udara dapat terjadi meskipun data meyakinkan," menurut Michael Osterholm, pakar penyakit menular di University of Minnesota. "Saya pikir tingkat frustrasi akhirnya meningkat sehubungan dengan peran yang dimainkan oleh transmisi udara pada penyakit seperti influenza dan SARS-CoV-2.”

 

Surat terbuka itu memberikan banyak poin masuk akal yang menunjukkan kemampuan coronavirus untuk bertahan di udara, menurut William Hanage, seorang ahli epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health. Dia menambahkan bahwa seruan dari ratusan ilmuwan harus ditanggapi dengan serius.

 

Namun demikian WHO perlu mendapatkan lebih banyak bukti yang mendukung potensi rute penularan. Para ilmuwan juga harus merinci berapa lama virus corona tetap berada di udara, menurut Babak Javid, seorang konsultan penyakit menular di Cambridge University Hospitals.

 

Jika seruan itu dikonfirmasi, pembaruan pedoman Covid-19 dapat mempengaruhi tindakan jarak sosial yang direkomendasikan WHO. Pemerintah juga perlu menyesuaikan langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk mengendalikan penyebaran penyakit dengan lebih baik. Rumah sakit mungkin mengikuti perubahan untuk melindungi petugas kesehatan dan orang lain saat merawat orang yang terinfeksi. Fasilitas tertutup adalah di antara area berisiko tinggi, di mana partikel yang membawa virus corona dapat dengan mudah berpindah ke manusia.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check