Peneliti Ungkap Masker Terbaik untuk Menangkal Virus Corona

Peneliti Ungkap Masker Terbaik untuk Menangkal Virus Corona

03 Jul 2020

Dokterdigital.com - Ahli kesehatan merekomendasikan agar masyarakat mengenakan masker kain non-medis di tempat-tempat umum untuk membantu mengurangi risiko Covid-19. Masker diyakini bisa membantu mencegah orang yang terinfeksi virus corona melepaskan tetesan ke udara dan menularkan ke orang lain.

 

Kini peneliti menemukan bahan yang menawarkan perlindungan terbaik dan dapat dengan mudah digunakan untuk masker wajah. Menggunakan dua lapisan kain quilting tampaknya efektif dalam mencegah tetesan keluar dari masker setelah batuk atau bersin.

 

Tim dari Florida Atlantic University menguji berbagai bahan yang telah banyak digunakan pada masker non-medis di tengah pandemi Covid-19. Mereka juga menganalisis bagaimana masker wajah buatan sendiri yang dilipat secara longgar, pelindung wajah bergaya bandana, dan masker komersial non-steril yang dapat memberikan perlindungan.

 

"Meskipun ada beberapa penelitian sebelumnya tentang efektivitas peralatan tingkat medis, kami tidak memiliki banyak informasi tentang masker wajah dari bahan kain,” kata Siddhartha Verma, penulis studi dan asisten profesor di Florida Atlantic University dilaporkan CNN.

 

Dalam percobaan, Verma dan rekannya menggunakan manekin untuk meniru bagian hidung seseorang. Manekin ini bisa bersin atau batuk melalui pompa manual dan generator asap. Menurut temuan yang dipublikasikan di jurnal Physics of Fluids, menunjukkan tetesan dari batuk yang tidak terlindungi dapat berjalan lebih dari 8 kaki (setara 2,5 meter) dari sumbernya. Saat mengenakan penutup wajah, jaraknya menurun secara signifikan.

 

Dengan masker bentuk bandana, tetesan tetap berada di udara hingga 1 meter, sementara menggunakan saputangan kapas yang dilipat memotong jarak tempuh hingga 0,4 meter. Saat mengenakan masker bentuk kerucut dari apotek, tetesan itu mencapai sekitar 8 inci. Masker kain rajutan yang dijahit menunjukkan hasil terbaik. Tetesan itu hanya berjarak 2,5 inci dari manekin.

 

"Kami menemukan bahwa meskipun jet turbulen yang tidak terhalang diamati melakukan perjalanan hingga 3,6 meter, sebagian besar tetesan terlontar jatuh ke tanah pada titik ini," kata Manhar Dhanak, rekan penulis studi dan profesor di Florida Atlantic University. "Yang penting, baik jumlah dan konsentrasi tetesan akan berkurang dengan meningkatnya jarak, yang merupakan alasan mendasar di balik jarak sosial."

 

Para peneliti berharap bahwa penelitian ini akan memandu para profesional kesehatan, peneliti medis dan produsen dalam menguji efektivitas masker wajah lainnya.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check