Ahli Infeksi AS Awasi Ketat Virus Baru dari Cina yang Berpotensi Pandemi

Ahli Infeksi AS Awasi Ketat Virus Baru dari Cina yang Berpotensi Pandemi

01 Jul 2020

Dokterdigital.com - Penasihat coronavirus Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci mengatakan bahwa pejabat kesehatan Amerika mengawasi dengan seksama virus flu jenis baru yang dibawa oleh babi di Cina yang memiliki karakteristik virus H1N1 2009 dan pandemi flu 1918.

 

Virus, yang oleh para ilmuwan disebut "G4 EA H1N1," belum terbukti menginfeksi manusia tetapi menunjukkan kemampuan untuk itu, demikian Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS dalam sebuah dengar pendapat dengan anggota parlemen, Selasa (30/6).

 

"Dengan kata lain, ketika Anda mendapatkan virus baru yang ternyata merupakan virus pandemi, itu karena mutasi dan atau campuran atau pertukaran gen," ujarnya. Mereka mengamati virus pada babi yang memiliki karakteristik H1N1 2009, dari aslinya 1918, yang mana banyak dari virus flu memiliki sisa-sisa di dalamnya, serta segmen dari host lain, seperti babi.

 

Flu babi H1N1 dan flu pandemi 1918 keduanya dianggap sebagai virus mengerikan yang menyebar ke seluruh dunia. Flu babi H1N1 muncul di Meksiko pada April 2009, menginfeksi 60,8 juta orang di Amerika Serikat dan setidaknya 700 juta di seluruh dunia. Diperkirakan 151.700 hingga 575.400 orang meninggal akibat virus di seluruh dunia, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Sekarang flu babi ini dilihat sebagai salah satu dari berbagai virus flu musiman.

 

Sedangkan flu 1918, yang sering dibandingkan Fauci dengan Covid-19, diperkirakan telah menewaskan antara 30 juta dan 50 juta orang, menurut CDC. Lebih dari 20 juta orang tewas dalam Perang Dunia I, sebagai pembanding untuk menggambarkan betapa ganasnya flu 1918 yang juga disebut Flu Spanyol.

 

Jenis baru yang menyebar di peternakan babi di Cina telah diidentifikasi memiliki semua ciri penting dari virus kandidat pandemi, kata peneliti.

 

Fauci mengatakan selalu ada kemungkinan bahwa kita mungkin memiliki wabah flu babi tipe lain seperti yang kita alami pada tahun 2009. "Itu adalah sesuatu yang masih dalam tahap pemeriksaan. Ini bukan ancaman langsung di mana Anda melihat infeksi, tetapi itu adalah sesuatu yang perlu kita perhatikan, seperti yang kita lakukan di tahun 2009 dengan munculnya flu babi,” jelas Fauci.

 

Komentar Fauci muncul ketika coronavirus terus menyebar dengan cepat di seluruh AS, dengan rata-rata tujuh hari kasus baru tumbuh 5% atau lebih di setidaknya 40 negara, termasuk Arizona, Texas, Florida dan Oklahoma, menurut analisis CNBC. Data dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

 

Pejabat kesehatan masyarakat dan dokter telah mengritik kurangnya respon terkoordinasi pemerintah Trump terhadap virus. Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Donald Trump telah meremehkan virus, mengatakan AS mendekati akhir pandemi, bertentangan dengan para ahli dalam pemerintahannya sendiri.

 

Awal Juni Fauci mengatakan Covid-19 ternyata menjadi "mimpi terburuk" yang bangkit kembali karena coronavirus terus menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Dia mengatakan virus itu "sangat berbeda" dari wabah lain seperti Ebola dan HIV. Virus itu melompat dari hewan inang dan memiliki tingkat penularan dan kematian yang tinggi. “Secara historis salah satu pandemi terburuk yang pernah dialami dunia,” ujar Fauci seraya menambahkan sebagai pembanding terdekat adalah pandemi flu 1918.

 

Pertama kali terdeteksi di Wuhan, Cina, sekitar enam bulan lalu, coronavirus baru telah menginfeksi lebih dari 10,4 juta orang di seluruh dunia, menewaskan lebih dari 500.000.

 

Fauci mengatakan kepada anggota parlemen bahwa ia prihatin dengan meningkatnya kasus baru di tempat-tempat seperti Texas dan Florida. Membuka kembali sekolah di musim gugur akan tergantung pada dinamika wabah dan lokasi tertentu dari sekolah yang bersangkutan.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check