Stroke Jadi Komplikasi Umum pada Pasien Covid-19

Stroke Jadi Komplikasi Umum pada Pasien Covid-19

30 Jun 2020

Dokterdigital.com - Covid-19 hanya butuh waktu beberapa bulan untuk menyebabkan pandemi. Karena kasus meningkat dengan cepat menjadi jutaan, para ilmuwan berlomba untuk memahami bagaimana penyakit ini mempengaruhi orang dan menemukan cara untuk menghilangkan virus corona yang berada di belakang Covid-19.

 

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry, telah menambahkan komplikasi baru yang terkait dengan Covid-19. Peneliti menemukan bahwa penyakit itu dapat merusak otak. Jika tidak diobati, pasien dapat menderita komplikasi seperti stroke dan peradangan. Studi ini juga menemukan bahwa infeksi parah juga dapat menyebabkan gejala psikosis dan demensia, dilaporkan Reuters.

 

"Ini adalah gambaran penting dari komplikasi Covid-19 yang berhubungan dengan otak pada pasien yang dirawat di rumah sakit," ujar Sarah Pett, peneliti utama dan profesor di University College London. “Penting bagi kami terus mengumpulkan informasi untuk benar-benar memahami virus ini sepenuhnya."

 

Pett dan rekan-rekannya mengatakan studi mereka memberikan pandangan rinci pertama pada efek neurologis dari infeksi coronavirus, dengan melihat data pada 125 pasien dengan kondisi parah di Inggris pada bulan April silam. Tim mengumpulkan data pada saat Covid-19 dengan cepat menyebar di negara ini. 

 

Analisis menunjukkan bahwa stroke adalah komplikasi otak paling umum yang terkait dengan penyakit coronavirus. Hampir 80 pasien menderita stroke saat di rumah sakit. Sebagian besar dari mereka berusia di atas 60 tahun dan muncul dengan bekuan darah di otak, yang dikenal sebagai stroke iskemik. 39 orang lainnya menunjukkan tanda-tanda kebingungan atau perubahan perilaku selama penelitian. 

 

Para peneliti menemukan kasus Covid-19 yang parah menyebabkan perubahan kondisi mental, beberapa pasien mengalami disfungsi otak yang tidak spesifik yang disebut ensefalopati dan peradangan otak atau ensefalitis.

 

Tim berharap temuan ini akan membantu komunitas medis memahami efek Covid-19 pada otak. Mereka mengatakan penelitian yang lebih besar diperlukan untuk menemukan apa yang secara langsung menyebabkan masalah neurologis pada pasien coronavirus dan untuk mendukung pencarian perawatan.

 

“Kami sekarang membutuhkan penelitian terperinci untuk memahami mekanisme biologis yang mungkin terjadi sehingga memungkinkan untuk menjelajahi perawatan potensial,” kata Benedict Michael, peneliti utama dari Universitas Liverpool.

 

Hingga kini lebih dari 10,1 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di seluruh dunia, menurut Johns Hopkins University. Amerika merupakan negara yang paling terkena dampak, dengan 2,54 juta warga terinfeksi.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check