Rambut Rontok Parah dan Luka Sulit Sembuh? Mungkin Kurang Vitamin D

Rambut Rontok Parah dan Luka Sulit Sembuh? Mungkin Kurang Vitamin D

28 Jun 2020

Dokterdigital.com - Tidak diketahui oleh banyak orang, namun sebenarnya kekurangan vitamin merupakan hal umum. Meskipun  defisiensi sejumlah vitamin - misalnya vitamin A - lebih banyak didengar, namun belakangan kekurangan vitamin D mulai terungkap, tanpa disadari kita mengalami defisiensi vitamin vital ini.

 

Vitamin D merupakan nutrisi mikro  esensial karena membantu menyerap kalsium yang dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan tulang. Penghasil utama vitamin D dalam tubuh adalah kulit, yang memproduksi zat ini ketika terkena matahari, menurut Yale Medicine.

 

Namun, terkadang vitamin D yang diproduksi oleh kulit tidak cukup. Kadar vitamin ini kurang dari 20 ng/ml dalam tubuh mengindikasikan defisiensi. Ini adalah saat tanda dan gejala tertentu mulai bermanifestasi dan berdampak negatif pada kualitas hidup.

 

Boxrox telah mencantumkan berbagai tanda dan gejala defisiensi vitamin D sehingga kita mengetahui memiliki kondisi tersebut. Yang pertama adalah gampang sakit. Karena vitamin D berperan dalam sistem kekebalan tubuh, defisiensi bisa mengakibatkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

 

Tanda lain adalah kelelahan yang berkelanjutan. Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang kekurangan vitamin D selalu merasa lelah. Ternyata, vitamin D memiliki kemampuan untuk meningkatkan energi dan menjaga tubuh tetap aktif untuk waktu yang lama. Terlalu sedikit vitamin D dalam tubuh berarti memicu penurunan energi.

 

Tanda berikutnya dan bisa diprediksi adalah kesehatan tulang yang buruk. Seperti yang disebutkan sebelumnya, vitamin D memainkan peran penting dalam perkembangan tulang. Ketika levelnya tidak mencukupi, ada risiko lebih besar mengalami kerusakan tulang, patah tulang dan cedera lainnya.

 

Rambut rontok juga merupakan tanda kekurangan vitamin D. Penelitian telah mengaitkan kondisi ini dengan kerontokan rambut parah yang disebut alopecia. Meskipun para ahli belum sepenuhnya memahami hubungan antara keduanya, ada penelitian yang menunjukkan bagaimana wanita dengan kadar vitamin D yang lebih rendah menderita pola kebotakan yang khas.

 

Akhirnya, gejala terakhir tetapi penting adalah luka yang sembuhnya lama. Kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan kinerja yang buruk dari mekanisme penyembuhan diri tubuh. Vitamin D terlibat dalam mekanisme tersebut. Ketika hanya ada sedikit jumlah vitamin D dalam tubuh, proses penyembuhan menjadi lebih lambat dari biasanya.

 

Ahli diet terdaftar Kate Patton mengatakan bahwa kita bisa mengatasi tanda-tanda dan gejala kondisi tersebut dengan mendapatkan cukup vitamin D dari susu yang diperkaya, yogurt, serta ikan berlemak seperti salmon dan tuna.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check