Aturan Main Pakai Masker Agar Tidak Picu Munculnya Jerawat

Aturan Main Pakai Masker Agar Tidak Picu Munculnya Jerawat

28 Jun 2020

Dokterdigital.com - Memakai masker merupakan upaya perlindungan diri sendiri - juga orang lain - dari bahaya nyata Covid-19. Namun pemakaian masker dalam waktu lama bisa menyebabkan dampak yang kurang menyenangkan bagi sebagian orang, misalnya jerawat atau warna kulit tidak merata. Jerawat yang terjadi setelah memakai masker telah menjadi hal yang sangat umum sehingga dijuluki  "maskne" di media sosial.

 

Perawatan jerawat akibat pemakaian masker diakui ahli sebagai hal rumit. Karena dalam hal ini ahli kulit tidak dapat tidak dapat menggunakan produk yang kuat seperti asam alfa-hidroksi, pengelupasan kimia atau Retin A untuk memberangus jerawat karena sifatnya bisa kian merusak penghalang kulit yang rapuh, membuatnya lebih sensitif terhadap efek iritasi masker.

 

Namun ada sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk meminimalkan jerawat yang timbul akibat pemakaian masker, antara lain:

 

1. Masker harus diganti atau dicuci dan dikeringkan sepenuhnya setelah digunakan.

 

2. Pilih masker berbahan katun yang memungkinkan kulit bernapas.

 

3. Kenakan masker bersih setelah berolahraga.

 

4. Gunakan produk perawatan kulit yang lembut dan bersihkan kulit dua kali sehari.

 

5. Tunggu 15 menit setelah menggunakan pelembab atau tabir surya sebelum mengenakan masker.

 

Yang tidak boleh dilakukan:

 

1. Mengaplikasikan krim kental atau petroleum jelly di mana gesekan dengan masker bisa mengganggu integritas masker dan segel.

 

2. Yang terbaik adalah tidak menggunakan perawatan kulit baru.

 

3. Jangan meninggalkan masker di tempat yang banyak cahaya atau di mobil.

 

"Jika meletakkannya di sofa atau di lemari, dan kemudian memakainya lagi dalam beberapa hari, pikirkan saja semua mikroba yang telah tumbuh di tenunan kain," kata dokter kulit Whitney Bowe di Fakultas Kedokteran Icahn di Pusat Medis Mount Sinai. “Masker itu kotor. Jika wajah sudah memakai sedikit riasan, pelembab atau tabir surya, maka kontaminasi bisa berlangsung dengan cepat."

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check