Nutrisi dan Stimulasi Saja Tidak Cukup untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Nutrisi dan Stimulasi Saja Tidak Cukup untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

15 Jun 2020

Dokterdigital.com - Proses pembelajaran di rumah tampaknya akan diperpanjang di masa pandemi Covid-19. Dengan kebijakan ini, para  orangtua tak ayal dihadapkan pada pada tantangan baru dalam mempertahankan optimalisasi perkembangan dan pertumbuhan anak dalam tatanan kenormalan baru.

 

Usia batita (bawah tiga tahun) alias toddler dan usia prasekolah (3-5 tahun) perlu mendapatkan perhatian khusus. Menurut pakar tumbuh kembang anak Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, tumbuh kembang anak di usia batita dan prasekolah (atau jika digabungkan merupakan usia balita/bawah lima tahun) sangat penting karena proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat. Oleh karena itu penting bagi orangtua untuk mencukupi kebutuhan dasar anak dengan memberikan nutrisi, stimulasi yang tepat, dan cinta yang dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembangnya pada masa ini.

 

“Usia 1-tahun anak mengalami perkembangan otak yang sangat pesat. Di usia ini mereka sudah mampu melihat, mendengar dan mengingat dengan baik serta meniru dari lingkungan,” kata Prof Miko di acara diskusi daring yang diselenggarakan Dancow Nutritods Senin (15/6). 

 

Di usia 3-5 tahun atau masa prasekolah, menurut Prof Miko, perkembangan otak tidak lagi sepesat usia batita. Namun di usia ini anak-anak bisa menirukan lingkungan dengan lebih baik, belajar eksplorasi dan memecahkan masalah dan tumbuh kreativitasnya. “Periode 1-5 tahun sangat penting bagi anak, makanya orangtua harus konsisten memenuhi kebutuhan-kebutuhan nutrisi, stimulasi dan cinta agar anak tetap sehat, tumbuh kembangnya optimal, cerdas, kreatif, dan berperilaku baik. Tak kalah penting adalah melindungi anak agar tak gampang sakit,” beber Prof Miko.

 

Prof Miko menekankan, nutrisi yang dikonsumsi 1-5 tahun memegang peran penting karena sebagai bahan baku untuk pembentukan otak. “Nutrisi harus dibarengi dengan stimulasi yang diberikan dengan kasih sayang, serta jaga anak agar tak gampang sakit agar tumbuh kembangnya optimal,” imbuhnya.

 

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, cara yang bisa dilakukan orangtua terhadap si Kecil usia 1-5 tahun adalah memberikan gizi seimbang dan mencontohkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), misalnya mencuci tangan dengan sabun. “Nutrisi yang baik dan PHBS bisa menurunkan risiko sakit yang sangat penting dilakukan di masa pandemi seperti sekarang,” ujar Prof Miko.

 

Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun, juga memakai masker. “Anak di bawah 2 tahun mungkin belum bisa memakai masker, lebih baik gunakan face shield,” ujar Prof Miko. Sayangnya, anak-anak usia 1-5 tahun mungkin belum paham artinya jaga jarak fisik untuk minimalkan penularan Covid-19. “Karena itu, sebaiknya anak-anak di rumah saja. Tidak perlu ke mal meski pusat belanja sudah mulai dibuka,” ujarnya.

 

Prof Miko menekankan pentingnya imunisasi di masa pandemi. “Imunisasi harus dilengkapi. Ada atau tidak ada pandemi Covid-19, penyakit lain-lain seperti campak, polio dan sebagainya. Penyakit itu dapat dicegah dengan imunisasi. Jadi imunisasi jangan sampai terlupakan,” pesannya.

 

Apabila orangtua ragu membawa anak imunisasi ke rumah sakit karena banyak pasien Covid-19, disarankan memilih klinik/praktik dokter yang menerapka protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check