Nikotin Fasilitasi Kanker di Paru Naik ke Otak

Nikotin Fasilitasi Kanker di Paru Naik ke Otak

15 Jun 2020

Dokterdigital.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa nikotin memiliki lebih banyak efek negatif pada tubuh daripada yang diperkirakan sebelumnya. Bahan kimia yang ditemukan dalam tembakau ini muncul untuk membantu sel-sel kanker menyebar dari paru ke otak.

 

Perkiraan menunjukkan bahwa hingga 40 persen orang dengan kanker paru cenderung mengembangkan tumor otak metastasis (kanker berjalan dari paru ke otak). Situasi ini bisa memotong waktu kelangsungan hidup rata-rata pasien kanker menjadi kurang dari enam bulan.

 

Namun, para ilmuwan belum sepenuhnya memahami mengapa penyakit ini berpindah dari paru untuk menginfeksi otak. Hal inilah yang mengarahkan para peneliti di Wake Forest School of Medicine untuk meneliti efek paparan nikotin.

 

Studi baru, yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Medicine, menganalisis kesehatan 281 pasien kanker paru. Ditemukan bahwa perokok memiliki insiden kanker otak yang lebih tinggi daripada pasien lain dengan kondisi paru yang sama.

 

Peneliti menemukan bahwa merokok berkontribusi pada kanker otak karena efek nikotin pada mikroglia, sejenis sel kekebalan di otak. Dalam model tikus, para peneliti menemukan bahwa nikotin mengubah sel-sel mikroglial dari bentuk M1 mereka yang menghancurkan tumor menjadi bentuk alternatif yang disebut M2, yang mendukung pertumbuhan kanker.

 

"Berdasarkan temuan ini kami tidak berpikir bahwa produk pengganti nikotin adalah cara paling aman bagi orang-orang dengan kanker paru untuk berhenti merokok," kata Kounosuke Watabe, penulis utama studi dan seorang profesor biologi kanker di Wake Forest School of Medicine.

 

Namun, tim juga menemukan cara untuk mengurangi atau memblokir efek nikotin pada sel kanker. Parthenolide, senyawa dalam ramuan feverfew, muncul membantu mencegah metastasis otak yang disebabkan oleh paparan nikotin. Tikus yang diobati dengan parthenolide selama penelitian tidak mengalami tumor otak. 

 

Para peneliti mengatakan bahwa perawatan ini membantu mikroglia mempertahankan bentuk aslinya dan mencegah sel kekebalan agar tidak berubah menjadi bentuk M2. "Saat ini, satu-satunya pengobatan untuk penyakit yang menghancurkan  kanker adalah terapi radiasi," kata Watabe. 

 

"Obat-obatan kemoterapi tradisional tidak dapat melewati sawar darah-otak, tetapi parthenolide bisa, dan dengan demikian menjanjikan sebagai pengobatan atau bahkan mungkin cara untuk mencegah metastasis otak,” imbuhnya.

 

Peneliti berharap untuk melanjutkan studi guna menguji parthenolide dan mengembangkan pengobatan baru yang dapat mencegah kanker mencapai otak.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check