Bekuan Darah Abnormal pada Pasien Covid-19 Bisa Picu Stroke, Serangan Jantung

Bekuan Darah Abnormal pada Pasien Covid-19 Bisa Picu Stroke, Serangan Jantung

08 Jun 2020

Dokterdigital.com - Kasus bekuan darah pada pasien Covid-19 masih menjadi misteri bagi kalangan medis. Sebuah studi yang dipimpin oleh ilmuwan klinis di Universitas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan RCSI telah menemukan bahwa pasien Irlandia yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi Covid-19 berat mengalami pembekuan darah abnormal yang berkontribusi pada kematian pada beberapa pasien.

 

Penelitian yang dilakukan oleh Irish Centre for Vascular Biology, RCSI dan St James's Hospital, Dublin, telah diterbitkan di British Journal of Hematology edisi teranyar.

 

Para penulis menemukan bahwa pembekuan darah abnormal terjadi pada pasiendengan infeksi Covid-19 parah di Irlandia, menyebabkan pembekuan mikro di dalam paru. Dokter juga menemukan bahwa pasien dengan tingkat aktivitas pembekuan darah yang lebih tinggi memiliki prognosis yang jauh lebih buruk dan lebih mungkin membutuhkan perawatan di ruang perawatan intensif (ICU).

 

"Temuan baru kami menunjukkan bahwa COVID-19 dikaitkan dengan jenis unik dari pembekuan darah - terutama berfokus di paru - yang tidak diragukan lagi berkontribusi pada tingginya tingkat kematian yang terlihat pada pasien Covid-19,” kata Profesor James O'Donnell, Direktur Irish Centre for Vascular Biology, RCSI and Consultant Haematologist in the National Coagulation Centre in St James's Hospital, Dublin.

 

"Selain pneumonia yang mempengaruhi kantung udara kecil di paru, kami juga menemukan ratusan gumpalan darah kecil di seluruh paru.  Skenario ini tidak terlihat pada  jenis infeksi paru lainnya, dan menjelaskan mengapa kadar oksigen darah turun secara dramatis pada pasien dengan infeksi Covid-19 parah,” ujarnya.

 

"Memahami bagaimana gumpalan mikro ini terbentuk di dalam paru sangat penting sehingga kami dapat mengembangkan perawatan yang lebih efektif untuk pasien, terutama mereka yang berada dalam kelompok berisiko tinggi,” urai  Profesor O'Donnell.

 

”Studi lebih lanjut akan diperlukan untuk menyelidiki apakah perawatan pengencer darah yang berbeda mungkin memiliki peran dalam pasien berisiko tinggi yang dipilih untuk mengurangi risiko pembentukan bekuan darah," kata Profesor O'Donnell.

 

Bukti yang muncul juga menunjukkan bahwa masalah pembekuan darah yang tidak normal pada Covid-19 menghasilkan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke secara signifikan.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check