Pasien Covid-19 dengan Hipertensi Berpotensi Meninggal

Pasien Covid-19 dengan Hipertensi Berpotensi Meninggal

06 Jun 2020

Dokterdigital.com - Pasien coronavirus dengan tekanan darah tinggi dua kali lebih mungkin meninggal akibat infeksi Covid-19, demikian menurut sebuah studi internasional baru. Tekanan darah tinggi diketahui memperburuk risiko penyakit Covid-19, menurut publikasi di European Heart Journal.

 

Tim peneliti internasional, yang dipimpin oleh Fei Li dan Ling Tao dari departemen kardiologi di Rumah Sakit Xijing di Xi'an, Cina, mempelajari catatan 2.866 pasien yang dirawat di Wuhan, tempat asal wabah coronavirus muncul. Pasien yang memiliki tekanan darah tinggi di bawah 30 persen.

 

"Segera setelah kami mulai mengobati pasien Covid-19  pada awal Februari 2020 di Wuhan, kami memperhatikan bahwa hampir setengah dari pasien yang meninggal memiliki tekanan darah tinggi - merupakan persentase yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki gejala Covid-19,” Kata Tao dalam sebuah pernyataan.

 

Tim menemukan bahwa 4% pasien dengan tekanan darah tinggi meninggal, dibandingkan dengan 1,1% dari mereka yang tidak memiliki hipertensi.

 

Setelah melakukan penyesuaian berbagai perbedaan pada pasien, risiko kematian menjadi dua kali lipat untuk pasien dengan tekanan darah tinggi. Sebanyak 7,9% pasien yang berhenti minum obat tekanan darahnya meninggal.

 

Obat Heartburn Pulihkan Pasien Covid-19

 

Sementara itu, obat yang umum digunakan untuk mengobati gangguan heartburn - famotidine - mungkin telah memberikan kelegaan pada pasien yang terinfeksi virus corona.

 

Sepuluh pasien Covid-19 di rumah sakit yang dirawat menggunakan famotidine, bahan aktif dalam Pepcid, dan dalam semua 10 kasus, gejala mereka membaik, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan baru-baru ini.  Tidak ada yang dirawat di rumah sakit, dan semua selamat.

 

"Semua pasien mengalami perbaikan cepat dalam kondisi mereka dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah diberikan famotidine," menurut laporan yang diterbitkan di jurnal medis Gut. Temuan ini menunjukkan bahwa famotidine dapat mempengaruhi terapi Covid-19.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check