Asupan Kolin Turunkan Risiko Dampak Negatif Covid-19 pada Wanita Hamil

Asupan Kolin Turunkan Risiko Dampak Negatif Covid-19 pada Wanita Hamil

02 Jun 2020

Dokterdigital.com - Wanita hamil yang mengonsumsi suplemen kolin tambahan dapat mengurangi dampak negatif infeksi virus pernapasan, termasuk Covid-19 pada bayi, demikian menurut sebuah studi baru dari para peneliti di Departments of Psychiatry and Obstetrics and Gynecology at the University of Colorado Anschutz Medical Campus.

 

Kolin adalah nutrisi vitamin B yang ditemukan dalam berbagai makanan dan suplemen makanan, dan sangat penting untuk perkembangan otak janin. "Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa Covid-19 akan berdampak pada perkembangan otak janin seperti virus pernapasan korona umum lainnya," kata Robert Freedman, MD, profesor psikiatri di Kampus Medis CU Anschutz Medical yang juga peneliti utama.

 

Studi baru, yang diterbitkan dalam Journal of Psychiatric Research, secara khusus mengamati apakah kadar kolin prenatal (pada kehamilan) yang lebih tinggi dapat membantu melindungi otak janin yang sedang berkembang bahkan jika ibu terkena infeksi saluran pernapasan akibat virus pada awal kehamilan. Hasilnya menunjukkan kadar kolin prenatal yang lebih tinggi mengurangi dampak infeksi virus pada janin.

 

"Penting bagi komunitas perawatan kesehatan, dan calon ibu untuk memahami bahwa nutrisi alami sebaiknya dikonsumsi selama kehamilan, seperti asam folat dan vitamin prenatal lainnya, untuk melindungi janin dan bayi baru lahir dari masalah perkembangan otak. Masalah perkembangan otak ini dapat menyebabkan penyakit mental,” imbuh Freedman.

 

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis efek pada perilaku bayi jika ibu tertular virus pernapasan dengan mengukur dimensi IBQ-R Regulation pada bayi,  yang mengamati perkembangan perhatian bayi dan perilaku pengaturan diri lainnya. Regulasi IBQ-R yang lebih rendah pada usia satu tahun dikaitkan dengan masalah dalam perhatian dan perilaku sosial di masa kanak-kanak berikutnya, termasuk penurunan kesiapan membaca pada usia empat tahun dan masalah konsentrasi, dan kesadaran pada anak-anak hingga usia tujuh tahun.

 

Hasil penelitian menyebut bayi dari ibu yang memiliki infeksi virus dan kadar kolin yang lebih tinggi secara signifikan meningkatkan skor IBQ-R 3 bulan pada dimensi Regulasi dan khususnya skala Perhatian dalam dimensi Regulasi, dibandingkan dengan bayi dari ibu yang memiliki infeksi virus dan memiliki kadar kolin yang lebih rendah.

 

Kadar kolin yang cukup untuk melindungi janin kerap diperoleh dari suplemen makanan.

 

Meningkatnya kecemasan dan depresi ibu pada ibu yang terinfeksi virus tidak terkait dengan IBQ-R Regulation pada bayi mereka. Studi ini menyoroti tentang efek Covid-19 pada kehamilan, dimana suplemen fosfatidilkolin atau kolin bersama dengan vitamin prenatal lainnya dapat membantu melindungi otak janin dari kemungkinan dampak merugikan pandemi saat ini.

 

"Pandemi sebelumnya telah mengakibatkan peningkatan signifikan tingkat penyakit mental termasuk skizofrenia, gangguan spektrum autisme dan gangguan defisit perhatian pada anak-anak,” kata Camille Hoffman, MD, profesor asosiasi kebidanan dan ginekologi dan spesialis kedokteran ibu dan bayi di University of Colorado Anschutz Medical Campus.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check