Eli Lilly Ujicoba Terapi Antibodi pada Manusia untuk Obati Covid-19

Eli Lilly Ujicoba Terapi Antibodi pada Manusia untuk Obati Covid-19

02 Jun 2020

Dokterdigital.com - Perusahaan farmasi Eli Lilly and Company mengumumkan  telah memulai percobaan terapi antibodi pada manusia untuk mengobati virus corona penyebab Covid-19. Jika percobaan berhasil, obat apat tersedia pada musim gugur mendatang.

 

Pasien pertama yang menerima terapi adalah pasien yang dirawat di umah sakit Cedars-Sinai di Los Angeles, Sekolah Kedokteran Grossman di New York University dan Universitas Emory di Atlanta, Hasilnya diharapkan akan diperoleh akhir Juni 2020.

 

Terapi antibodi diciptakan melalui kemitraan dengan AbCellera, sebuah perusahaan bioteknologi yang berbasis di Kanada dan Pusat Penelitian Vaksin di Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular.

 

Para ilmuwan di AbCellera dan NIAID menggunakan sampel darah dari salah satu pasien Amerika Serikat pertama yang pulih dari Covid-19 dan menyortir melalui jutaan sel untuk menemukan ratusan antibodi. Antibodi adalah protein yang dibuat tubuh manusia untuk melawan infeksi atau toksin. 

 

Para ilmuwan memilih antibodi yang menurut mereka paling baik menetralkan coronavirus baru. Di laboratorium, antibodi tampaknya menetralkan virus. Hasil riset itu belum dipublikasikan.

 

Dr. Dan Skovronsky, wakil presiden senior dan kepala ilmiah Eli Lilly, mengatakan ujicoba tahap pertama pada pasien rawat inap akan menguji untuk melihat apakah terapi ini aman dan ditoleransi dengan baik. Jika terbukti aman, ujicoba berikutnya akan diperluas ke pasien Covid-19 yang tidak dirawat di rumah sakit dan studi lain akan menguji terapi sebagai pencegahan. 

 

Terapi antibodi berpotensi digunakan pada populasi yang rentan yang mungkin tidak menanggapi vaksin dengan baik, seperti lansia, orang-orang dengan kondisi kronis yang sudah ada, dan mereka dengan sistem kekebalan tertekan yang tidak selalu menghasilkan cukup antibodi untuk dilindungi oleh vaksin.

 

Dalam ujicoba selama beberapa bulan ke depan, Lilly mengatakan akan menguji berbagai campuran beberapa antibodi lain yang dapat memberikan perlindungan, demikian CNN.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check