Akses Terapi Digital untuk Pasien Kanker Payudara Stadium Lanjut

Akses Terapi Digital untuk Pasien Kanker Payudara Stadium Lanjut

20 May 2020

Dokterdigital.com - Kanker payudara merupakan salah satu bentuk kanker paling umum di dunia. Menurut studi Globocan tahun 2018, penyakit ini menempati urutan pertama dalam kasus kanker yang dilaporkan di Indonesia dengan angka 58.256 kasus baru pada tahun 2018 dan menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian kanker dengan angka 22.692 kasus setelah kanker paru-paru.

 

Di seluruh dunia, kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum pada wanita, lebih dari 2 juta wanita terkena dampak setiap tahunnya. Penyakit Hormone receptor-positive (HR+), human epidermal growth factor receptor 2-negative (HER2-) adalah subtipe kanker payudara yang paling umum, mewakili sekitar 73% dari semua kasus, diikuti dengan HER2+ dan kanker payudara triple negative.

 

Jika dikenali di stadium awal, peluang bertahan hidup pasien kanker payudara sangat besar. Namun tak jarang, kanker payudara diketahui saat sudah berada di stadium lanjut (metastatik) yang membutuhkan banyak biaya untuk perawatannya. Menjawab kebutuhnan pasien kanker, perusahaan farmasi Pfizer Indonesia bersama platform kesehatan Halodoc dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) merilis solusi digital inovatif untuk pasien kanker payudara metastatik, ASA DARA.

 

Presiden Direktur Pfizer Indonesia Anil Argilla mengatakan ASA DARA merupakan program bantuan pasien unik berbasis digital membantu pasien kanker payudara mendapatkan akses terapi yang dibutuhkan dengan cara mudah dan nyaman di Indonesia. “ASA DARA memberikan layanan yang nyaman bagi pasien untuk dapat mengakses program bantuan pasien melalui platform ekosistem kesehatan digital. Melalui program ini, setelah pasien berkonsultasi dengan dokter ahli kanker/spesialis dan mendapatkan resep terapi kanker payudara,” kata Anil dalam acara peluncuran layanan ASA DARA secara virtual, Selasa (19/5).

 

Melalui platform kesehatan ini, imbuh Anil, pasien akan memiliki akses untuk mendapatkan keringanan dalam membeli obat dan layanan antar dari apotek resmi ke rumah pasien, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membeli  dan kepatuhan pengobatan pasien. “Kami berharap terobosan terbaru ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien,” beber Anil.

 

Pfizer menjajaki peluang kerja sama ini sejak akhir tahun lalu. “Program ini semakin relevan pada saat kita beraktivitas di lingkungan baru dengan mobilitas terbatas karena ancaman global pandemi Covid-19,” ujarnya.

 

Ketua Umum YKI Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP. mengatakan YKI mendukung program bantuan pasien ASA DARA sebagai terobosan baru dan inovatif dalam memfasilitasi akses yang lebih luas bagi pasien kanker payudara di seluruh Indonesia untuk mendapatkan obat yang dibutuhkan. “Peran YKI adalah memastikan bahwa hanya pasien yang direkomendasikan oleh ahli onkologi dan telah memenuhi persyaratan administrasi program ASA DARA yang berhak mendapatkan akses program ini,” ujar Prof Aru.

 

Dokumen persyaratan untuk bisa mengakses ASA DARA terdiri dari KTP pasien, resep yang disertai cap resmi dokter onkologi, serta formulir ASA DARA yang telah diisi kepada Halodoc untuk dilakukan verifikasi oleh YKI.

 

Anil menambahkan, rencana selanjutnya dari kerja sama adalah mengembangkan program lebih lanjut dengan program pendidikan pasien, sehingga dapat memberikan manfaat kepada komunitas pasien yang lebih luas di Indonesia. 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check