Waspadai Pengaruh Infeksi COVID-19 pada Tumbuh Kembang Anak

Waspadai Pengaruh Infeksi COVID-19 pada Tumbuh Kembang Anak

11 May 2020

Dokterdigital.com - Zat gizi sangat penting untuk meningkatkan sistem imun terutama di tengah pandemi COVID-19, sehingga jangan sampai kekurangan nutrisi. Apalagi kita tidak bisa memastikan apakah selama ini yang kita konsumsi sudah memenuhi kaidah gizi seimbang. 

 

Untuk meningkatkan dan memelihara daya tahan tubuh upayanya harus holistik. Misal, tidur yang cukup, istirahat yang cukup, makan yang bergizi seimbang, sebisa mungkin hindari stres, air putih yang cukup, khususnya di bulan Ramadan.

 

Jika tubuh memerlukan suplemen untuk menunjang imunitas, maka konsumsilah sesuai kebutuhan dan dibarengi dengan upaya lain yang mampu menjaga dan meningkatkan sistem imun, seperti minum air putih cukup dan memastikan tubuh beristirahat/cukup tidur.  “Mengonsumsi suplemen itu bukan satu-satunya, tetapi sebagai salah satu upaya, untuk menjaga kesehatan,” ujar  Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania.

 

Ada beragam suplemen yang tersedia di pasaran saat ini. Curcumin yang terkandung dalam temulawak misalnya berfungsi sebagai zat bioaktif yang memiliki sifat  antioksidan, anti-peradangan, imunomodulator. “Sifat-sifat itu bermanfaat pada berbagai kondisi kesehatan maupun kondisi yang patologis. Termasuk saat pandemi ini. Penelitian-penelitian yang sudah ada juga menunjukkan bahwa Curcumin memiliki sifat anti-virus,” beber Inggrid.

 

Menurut Inggrid, selain orang dewasa, pemberian cucurmin juga bisa diberikan pada anak-anak. Campuran curcumin atau esktrak temulawak di dalam multivitamin, bersifat sinergis. “Artinya, selain ada sifat immunomodulator, curcumin memberikan manfaat lain bagi anak-anak, misalnya, memperbaiki nafsu makan, dan bisa membantu pertumbuhan,” imbuhnya. Hal penting lainnya adalah hampir tidak ada kontra indikasi konsumsi cucurmin, pada anak-anak. Perbedaan pada anak-anak dan dewasa hanyalah di dosisnya. 

 

Infeksi COVID-19 Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

 

Dokter ahli tumbuh kembang anak, Ahmad Suryawan, mengatakan infeksi virus pada anak, termasuk virus corona penyebab COVID-19, berisiko terhadap tumbuh kembangnya. Dampak proses infeksi pada tumbuh kembang anak sifatnya jangka panjang. Pada anak di bawah enam tahun, dapat mengganggu tumbuh kembang dasar, yakni kemampuan motorik, kemampuan bicara bahasa, dan kemampuan personal kemandirian. Sementara pada anak usia di atas enam tahun, proses infeksi pada usia awal, dapat mengganggu tumbuh kembangnya dalam aspek perilaku dan kecerdasannya.

 

Khusus untuk COVID-19, situasinya berbeda dengan infeksi virus yang lain terutama dengan masalah kecepatan penyebaran. Dengan adanya pembatasan sosial dan anak-anak harus sekolah di rumah, maka akan berisiko mengganggu tumbuh kembangnya. Gangguan itu antara lain dalam hal pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan tumbuh kembang, dan jadwal pemberian imunisasi. Padahal, pemberian imunisasi dan lain-lainnya tetap harus diberikan, meski pada masa pandemi dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti sekarang.

 

“Pada anak-anak, meningkatkan daya tahan tubuh bukan hanya agar mencegah virus itu tidak masuk, tetapi daya tahan tubuh juga harus bisa digunakan untuk menimbulkan energi yang dipakai untuk perkembangan otaknya,” kata dokter yang biasa disapa Dokter Wawan.

 

Dengan demikian, mengamankan daya tahan tubuh selama masa physical distancing itu, mencakup tiga hal. Pertama, mengatur pola aktivitas fisik tergantung usia. Kedua, mengatur aktivitas tidur. Ketiga, yang paling penting adalah mengatur pola pemberian nutrisi. Ini adalah upaya dasar yang harus dilakukan orangtua selama fase physical distancing di rumah.

 

VP Research and Development SOHO Global Health, Raphael Aswin Susilowidodo, menganjurkan masyarakat untuk menggunakan temulawak yang telah diekstrak. Penggunaan temulawak yang telah diekstrak lebih efektif menjaga kesehatan tubuh karena kadar curcuminnya lebih terukur sehingga sesuai dengan kebutuhan tubuh. 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check