COVID-19 Bisa Ditularkan Melalui Hubungan Intim?

COVID-19 Bisa Ditularkan Melalui Hubungan Intim?

25 Apr 2020

Dokterdigital.com - Orang yang terinfeksi COVID-19 dapat menularkan virus melalui tetesan (droplet) yang dikeluarkan saat batuk atau bersin. Ini memicu kekhawatiran bahwa semua cairan tubuh dapat membantu menyebarkan virus corona penyebab COVID-19.

 

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Fertility & Sterility, menunjukkan bahwa semen kemungkinan bukan bagian dari daftar yang bisa mneularkan virus. Para peneliti menemukan bahwa pada kebanyakan pasien pria, coronavirus tidak mencapai testis.

 

Temuan ini muncul di tengah meningkatnya klaim bahwa COVID-19 dapat ditularkan secara seksual seperti Ebola dan Zika. Tim peneliti dari Cina dan AS memeriksa sampel air mani dari 34 pria yang dinyatakan positif virus corona.

 

Para peneliti fokus pada ekspresi dua gen yang terkait dengan virus, yang disebut angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) dan transmembrane serine protease 2 (TMPRSS2) - yang membantu coronavirus untuk masuk dan mereplikasi dalam sel.

 

Tetapi pada pria yang didiagnosis dengan COVID-19, para peneliti tidak mendeteksi sejumlah besar virus dalam sampel air mani mereka. Kedua gen hadir hanya dalam empat dari 6.500 sel testis.

 

"Fakta bahwa dalam penelitian pendahuluan kecil ini, tampaknya virus yang menyebabkan COVID-19 tidak muncul di testis atau air mani - bisa menjadi temuan penting," kata James Hotaling, rekan penulis studi dan profesor di Universitas Utah Health. "Jika penyakit seperti COVID-19 dapat ditularkan secara seksual, maka akan memiliki implikasi besar untuk pencegahan penyakit dan dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan reproduksi jangka panjang seorang pria."

 

Namun, para peneliti mencatat studi mereka memiliki beberapa keterbatasan. Tim memeriksa sampel air mani dari sejumlah kecil pasien dan tidak ada laki-laki yang sakit parah akibat COVID-19. Bisa jadi seorang pria yang sakit kritis akibat infeksi COVID-19 mungkin memiliki viral load yang lebih tinggi, yang dapat mengarah pada kemungkinan lebih besar menginfeksi air mani.

 

“Kami hanya tidak memiliki jawaban untuk itu sekarang. Yang kami ketahui sejauh ini adalah kami tidak menemukan adanya virus yang mencapai semen,” ujarnya.

 

Tetapi peneliti mencatat kontak intim dengan orang yang terinfeksi mungkin masih membuat orang berisiko tertular virus corona, karena paparan tetesan ketika  berciuman, batuk atau bersin.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check