Mengapa COVID-19 Bisa Fatal pada Pasien Muda? Ini Alasannya

Mengapa COVID-19 Bisa Fatal pada Pasien Muda? Ini Alasannya

07 Apr 2020

Dokterdigital.com - Berdasarkan penelitian dan jumlah kasus yang dikonfirmasi, pandemi coronavirus saat ini menyerang orang tua dan lansia dengan hantaman paling keras. Tetapi mengapa anak-anak muda juga bisa parah dan berpotensi meninggal akibat COVID-19? Menurut ilmuwan, itu mungkin karena gen atau jumlah muatan virus (viral load).

 

Pandemi virus corona yang merenggut nyawa kaum muda tetap sebagai salah satu teka-teki terbesar terkait krisis kesehatan darurat global ini. Biasanya, penyakit COVID-19 hanya menyebabkan masalah pada orang tua dan lanjut usia atau mereka dengan penyakiit penyerta, atau keduanya. Namun, kadang-kadang anak-anak atau orang yang lebih muda menjadi korban virus corona, termasuk staf medis yang telah terpapar melalui pasien mereka.

 

Ada kasus-kasus di mana kemudian terungkap bahwa pasien telah menderita beberapa masalah kesehatan yang tidak diketahui. Namun, untuk sebagian besar, tidak ada penjelasan yang memadai untuk kasus semacam ini.

 

Dengan demikian, sejumlah teori telah diajukan, dan yang paling menonjol menunjukkan bahwa beberapa orang sayangnya hanya memiliki susunan genetik yang membuat mereka rentan terhadap virus ketika menyebar melalui tubuh. Ide ini disukai oleh ahli virus Michael Skinner di Imperial College London.

 

“Sangat mungkin bahwa sebagian dari kita dapat memiliki susunan genetik tertentu yang membuatnya lebih mungkin untuk merespons dengan buruk terhadap infeksi virus corona ini. Bisa jadi kita melihat semacam kerentanan serupa pada beberapa individu yang mendapatkan COVID-19 dan itu membuat mereka lebih menderita akibat efek samping yang serius," elasnya.

 

Ada beberapa ahli yang memberikan prakiraan yang berbeda, mengatakan bahwa kemungkinan ada hubungannya dengan jumlah virus yang telah menginfeksi seseorang, yang merupakan faktor yang diduga memainkan peran penting dalam menentukan hasil dari infeksi COVID-19. Dengan demikian, orang-orang ini diduga terinfeksi oleh jumlah virus yang besar.

 

“Seseorang dengan jumlah virus tinggi memiliki lebih banyak partikel virus dibandingkan dengan mereka yang jumlah virusnya rendah. Kami belum tahu apa dampak viral load pada gejala seseorang yang terinfeksi COVID-19. Apakah ada hubungan antara viral load yang tinggi dan hasil yang lebih buruk akan menjadi penting untuk dicari tahu,” kata virolog Alison Sinclair dari Universitas Sussex.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check