COVID-19 Lebih Mematikan pada Orang Gemuk

COVID-19 Lebih Mematikan pada Orang Gemuk

06 Apr 2020

Dokterdigital.com - Coronavirus telah menjadi ancaman yang jauh lebih mematikan di New Orleans daripada di seluruh Amerika Serikat, dengan tingkat kematian per kapita dua kali lipat dari New York City. Dokter, pejabat kesehatan masyarakat, dan data yang ada mengatakan bahwa  tingkat obesitas dan penyakit terkait mungkin menjadi bagian dari masalah.

 

"Kami jauh lebih sakit," kata Rebekah Gee, yang hingga Januari adalah sekretaris kesehatan untuk Louisiana dan sekarang mengepalai divisi layanan kesehatan Universitas Negeri Louisiana. "Kami sudah memiliki perbedaan layanan kesehatan yang luar biasa sebelum pandemi ini - orang hanya bisa membayangkan hal itu kian parah saja sekarang.”

 

Bersama dengan New York dan Seattle, New Orleans telah muncul sebagai salah satu titik panas pertama AS untuk virus corona, menjadikannya sebagai uji coba nasional terkait cara mengendalikan dan mengobati penyakit yang disebabkan virus. Salah satu keprihatinan utama yang diangkat oleh para dokter yang bekerja di kota Louisiana adalah tingkat kematian, yang dua kali lipat dari New York dan lebih dari empat kali lipat dari Seattle, berdasarkan data yang dilaporkan.

 

Penduduk New Orleans menderita obesitas, diabetes dan hipertensi pada tingkat yang lebih tinggi daripada rata-rata nasional - kondisi yang dokter dan pejabat kesehatan umum katakan dapat membuat pasien lebih rentan terhadap COVID-19, penyakit pernapasan yang sangat menular yang disebabkan oleh coronavirus.

 

Sekitar 97% dari mereka yang meninggal oleh COVID-19 di Louisiana memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya (penyakit penyerta), menurut departemen kesehatan negara. Diabetes terlibat pada 40% kematian, obesitas 25%, penyakit ginjal kronis 23% dan masalah jantung 21%.

 

Orleans Parish melaporkan 125 kematian akibat virus corona pada Kamis (2/4), setara dengan 32 kematian akibat virus corona per 100.000 orang. New York City berada di 15,9 pada hari yang sama.

 

New Orleans dapat menjadi tolok ukur bagi kemungkinan korban pandemi di bagian lain di Selatan dan Midwest yang juga memiliki tingkat obesitas, diabetes, dan hipertensi yang tinggi.

 

Sejumlah faktor lain dapat berkontribusi pada tingginya angka kematian New Orleans dari COVID-19, mulai dari akses ke layanan kesehatan dan kualitas rumah sakit, hingga prevalensi kondisi lain, termasuk penyakit paru-paru, kata pejabat kesehatan.

 

Tetapi mereka juga mencatat bahwa kondisi terkait obesitas memainkan peran dalam kematian. Hal ini bisa menjadi tanda peringatan bagi Amerika Serikat pada umumnya, di mana obesitas kronis lebih umum daripada di negara maju lainnya.

 

Rumah sakit melaporkan kasus lintas generasi - ibu dan anak perempuan, ayah dan anak lelaki - diintubasi dan dirawat di unit perawatan intensif yang sama, kata Tracey Moffatt, kepala perawat di Ochsner Health, penyedia layanan kesehatan terbesar di Louisiana. “Prevalensi obesitas, diabetes, hipertensi dan penyakit jantung di New Orleans dan Louisiana berperan dalam hal itu,” ujarnya.

 

Anggota keluarga itu sering menderita kondisi medis yang sama sebelum menjadi sakit, membuat mereka juga rentan terhadap virus corona meskipun berbeda usia.

 

"Kami memiliki kasus di mana seorang ibu sudah berada di ICU dan putrinya, yang mengalami obesitas, juga masuk ICU,” katanya. “Anak perempuan itu meminta staf untuk mendorongnya ke kamar ibunya sehingga dia bisa mengucapkan selamat tinggal sebelum dia sendiri diintubasi. Kami tahu ibu itu akan meninggal. "

 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) untuk pertama kalinya merilis sebuah laporan yang menunjukkan bahwa 78% pasien COVID-19 di ICU di Amerika Serikat memiliki penyakit penyerta, termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit paru-paru kronis.

 

Laporan CDC didasarkan pada sampel di bawah 6% dari infeksi coronavirus yang dilaporkan, tetapi dokter di Louisiana mengatakan itu konsisten dengan apa yang mereka lihat, dan itu sejalan dengan apa yang dihadapi negara lain seperti Italia dan Cina.

 

Persentase itu, kata Dr. Joseph Kanter, seorang dokter gawat darurat dan pejabat kesehatan masyarakat top di New Orleans, kemungkinan serupa di kota-kota di seluruh Amerika Serikat. “Yang kami khawatirkan di sini adalah bahwa kami memiliki lebih banyak orang di komunitas dengan kondisi tersebut,” katanya. “Kami lebih rentan daripada komunitas lain, dan jumlah kematian yang kami saksikan menggambarkan hal itu.”

 

Wilayah statistik metropolitan New Orleans berada di antara yang terburuk di Amerika Serikat untuk persentase penduduk dengan diabetes, tekanan darah tinggi dan obesitas. Diperkirakan 39% memiliki tekanan darah tinggi, 36% mengalami obesitas dan sekitar 15% menderita diabetes, demikian dilaporkan Reuters.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check