Benarkah Vitamin C Efektif Lawan COVID-19?

Benarkah Vitamin C Efektif Lawan COVID-19?

04 Apr 2020

Dokterdigital.com - Selama pandemi, banyak yang menganggap vitamin C sebagai cara untuk melindungi diri terhadap COVID-19. Ada yang beranggapan vitamin C sebagai bagian penting dari perawatan coronavirus. Apakah hal ini benar?

 

Vitamin C, juga disebut asam askorbat, adalah nutrisi yang muncul secara alami dalam beberapa makanan dan juga tersedia sebagai suplemen makanan. Karena tubuh manusia tidak dapat memproduksinya, kita mendapatkannya dari makanan kita dan melalui suplemen.

 

Menurut WebMD, vitamin C adalah nutrisi yang sangat vital karena melindungi tubuh terhadap penyakit tertentu dan mencegah komplikasi. Vitamin ini juga meningkatkan imunitas dan berperan dalam pertumbuhan, perkembangan dan perbaikan semua jaringan tubuh.

 

Belakangan ini vitamin C mendapatkan banyak perhatian karena sifatnya yang meningkatkan kekebalan tubuh. Menimbang bahwa orang dengan kekebalan rendah lebih berisiko tertular virus corona, semakin banyak orang yang beralih ke suplemen vitamin C untuk mendapatkan dukungan imunitas.

 

Gagasan ini sebenarnya tidak salah, tetapi juga jauh dari bukti secara ilmiah. Mungkin ada penelitian pada hewan dan studi kasus yang melibatkan manusia untuk menunjukkan bahwa vitamin C dosis tinggi mampu mengurangi peradangan paru-paru pada penyakit pernapasan berat karena virus seperti H1N1, tetapi tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa vitamin yang sama dapat melawan gejala COVID-19.

 

Namun demikian, Asosiasi Medis Shanghai merekomendasikan penggunaan vitamin C dosis tinggi sebagai bagian dari perawatan untuk pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Dosis tinggi ini harus diberikan melalui jalur Iintravena sehingga pasien dapat berhenti mengandalkan ventilator mekanik untuk bertahan hidup.

 

Tetapi Healthline memperingatkan bahwa orang tidak boleh menganggap vitamin C intravena (infus) sebagai pengobatan standar untuk COVID-19 dengan segera karena tidak ada cukup bukti untuk membuktikan efektivitasnya dalam membantu menyembuhkan pasien. Penting juga untuk dicatat bahwa bahkan peneliti Cina masih melakukan uji coba lebih lanjut pada gagasan ini.

 

Sesuai data terbaru, lebih dari 1 juta orang terinfeksi di seluruh dunia di tengah pandemi COVID-19. Lebih dari 200.000 orang dilaporkan telah pulih dari penyakit ini, sementara 53.241 orang sayangnya meninggal karena virus corona baru, demikian Medical Daily.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check