Inovasi Sunat di Tengah Wabah COVID-19

Inovasi Sunat di Tengah Wabah COVID-19

02 Apr 2020

Dokterdigital.com - Di tengah merebaknya wabah COVID-19, pemerintah telah mengimbau untuk tetap berada  di rumah sebagai salah satu cara pencegahan penyebaran virus corona. Pilihan untuk sunat di rumah adalah salah satu cara sunat yang dianggap lebih praktis, karena pasien tidak harus datang ke klinik sunat.

 

Tim dari Rumah Sunat dr. Mahdian akan datang membawa segala persiapan yang diperlukan beserta dokter dan perawat yang berpengalaman dengan perlengkapan APD (alat pelindung diri) sesuai ketentuan medis sehingga pasien akan merasa tambah aman.

 

Inovasi ini dilakukan Rumah Sunat dr. Mahdian sebagai klinik khusus khitan sebagai upaya jemput bola meerka yang ingin menkhitan anaknya di tengah wabah COVID-19. Konsultasi dapat melalui telepon atau whatsapp, sehingga orangtua/keluarga tidak perlu melakukan kunjungan langsung ke klinik. 

 

Ada 3 metode sunat, yaitu tradisional, konvensional, dan modern. Tradisional seperti halnya yang diterapkan di pedesaan,  masih menggunakan alat pisau, golok atau bambu. Seementara metode konvensional, melarang pasien khitan untuk beraktivitas.  

 

Metode sunat modern yang digunakan di Rumah Sunat dr Mahdian menggunakan teknik Mahdian Klem dengan risiko minim dibandingkan dengan kedua metode sunat lainnya. Melindungi dari infeksi silang dari berbagai penyakit karena merupakan sekali pakai.  Berbeda dengan metode lainnya yang dapat digunakan berulang kali. 

 

“Prosesnya yang lebih cepat, untuk sunat anak hanya membutuhkan waktu 5-10 menit, setelah sunat pasien bisa kembali beraktivitas seperti biasanya, proses penyembuhan yang cepat dan menjadi metode sunat yang diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” kata Tien Wienarko, humas Rumah Sunat dr. Mahdian.

 

Selain penggunaan metode sunat klem, rumah sunat ini juga menggunakan teknologi sunat tanpa suntik. Menurut The American Psychiatric Association, terdapat 10% orang di dunia yang memiliki fobia terhadap jarum suntik. Biasanya, orang yang memiliki fobia tersebut akan menghindari perawatan medis dengan menggunakan jarum suntik. Jika sudah begitu, maka dapat menghambat perawatan kesehatan.

 

Sunat tanpa jarum suntuk memiliki sejumlah kelebihan, antara lain tidak melibatkan jarum dan benda tajam, maka pasien tidak perlu takut suntik lagi. Obat masuk ke kulit subkutan dan akan menyebar dan diserap secara merata, menghasilkan penyerapan yang lebih cepat. Mengurangi kontaminasi karena disterilkan dengan irradiasi gamma dan sekali pakai, sehingga menghilangkan kemungkinan kontaminasi silang virus dan bakteri.

 

“Dengan kombinasi teknologi modern ini, anak diharapkan tidak akan menjadi trauma setelah disunat. Bagi orangtua yang anaknya sudah memasuki usia untuk disunat, kini tidak lagi perlu khawatir,” ujar Tien.

 

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check