Genjot Kekebalan Tubuh Lawan COVID-19, Penuhi Asupan Antioksidan

Genjot Kekebalan Tubuh Lawan COVID-19, Penuhi Asupan Antioksidan

31 Mar 2020

Dokterdigital.com - Indonesia masih berjuang dalam mengatasi virus terbaru dari gugus coronavirus itu disebut COVID-19, yang hingga kini telah menewakan 122 orang dan menginfeksi1414 orang, demikian menurut Juru Bcara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto di Jakarta, Senin (30/3).

 

Virus ini terutama ditemukan pada cairan di tenggorokan dan hidung. Penularan virus ini melalui droplet (cairan batuk atau bersin). Dan seperti kita ketahui bersama bahwa semua infeksi virus yang terjadi pada tubuh seseorang sangat berkaitan dengan penurunan daya tahan tubuh atau imunitas orang tersebut.

 

Sistem kekebalan dan imunitas tubuh yang prima sangat penting untuk selalu dijaga dan ditingkatkan untuk dapat melawan mikroorganisme seperti virus, apalagi dalam keadaan pandemi seperti sekarang. Menurut dr. Michael Reo, Medical Manager PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, asupan makanan sehat, bergizi dengan kecukupan nutrisi yang optimal merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga imunitas tubuh.

 

Vitamin, mineral, dan zat-zat esensial lainnya menjadi sangat krusial untuk diperhatikan dalam setiap makanan atau suplemen tambahan makanan yang kita konsumsi.  Vitamin C, Vitamin B Kompleks, dan Zat Besi (Zinc) merupakan zat-zat yang mampu mempertahankan serta meningkatkan daya kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit maupun infeksi yang disebabkan oleh virus.  “Namun peran Vitamin E serta zat-zat seperti Astaxanthin, dan Glutathione juga sangat penting untuk menjaga imunitas tubuh,” kata Dokter Reo.

 

Vitamin E

 

Beberapa penelitian ditemukan bahwa Vitamin E dapat meningkatkan respons munitas tubuh, sehingga membantu kondisi tubuh seiring dengan bertambahnya usia. Vitamin E mempunyai peran sebagai antioksidan dan nutrisi yang terbukti meningkatkan kekebalan tubuh. Zat tocopherols yang terdapat di Vitamin E diketahui sebagai zat yang bersifat antioksidan. "Zat ini berfungsi mencegah perkembangan proses oksidasi dari asam lemak tak jenuh dengan menangkap radikal bebas peroxyl," jelas Dokter Reo.

 

Vitamin E adalah salah satu nutrisi yang penting dalam mengawal sistem pertahanan antioksidan dengan cara melindungi dari peroksidasi lipid. Vitamin ini dibutuhkan untuk membuat fungsi kekebalan tubuh berfungsi dengan normal. Vitamin E, bersama dengan zat esensial lainnya berfungsi meningkatkan sel-sel darah putih, serta membantu menangkap radikal bebas yang menyebabkan hancurnya sel-sel kekebalan tubuh.

 

Astaxanthin

 

Astaxanthin merupakan zat karotenoid yang dapat ditemukan dalam pada algae/ganggang, udang, lobster, kepiting, dan salmon. Karotenoid adalah pigmen warna yang terjadi secara alamiah, dan mendukung kondisi kesehatan yang baik. 

 

Pada manusia, astaxanthin merupakan antioksidan yang sangat ampuh dengan berbagai manfaat bagi kesehatan, dan melampaui antioksidan lain, seperti misalnya beta carotene, zeaxanthin, vitamin E, C, D dan selenium. astaxanthin tidak pernah berubah menjadi pro-oksidan di dalam tubuh.

 

Dalam konteks jangkauan antioksidannya, astaxanthin dikategorikan sangat istimewa karena dapat meresap ke dalam setiap sel dalam tubuh. Sifatnya yang molekular lipophilic dan hydrophilic mampu menyebar ke seluruh sel, dengan satu bagiannya melindungi sel yang larut lemak, dan molekul yang lain melindungi sel larut air. 

 

Astaxanthin alami merupakan zat yang sangat kuat. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2007 yang mengamati beberapa antioksidan yang populer, ditemukan bahwa astaxanthin terbukti 6.000 kali lebih kuat dari Vitamin C, 800 kali lebih kuat dari CoQ10, 550 kali lebih kuat dari teh hijau, serta 75 kali lebih kuat dari asam alpha lipoic dalam melawan radikal bebas.

 

Uji kilnis membuktikan bahwa konsumsi Astaxanthine dapat meningkatkan sub populasi Sel Limfosit T dan Limfosit B yang merupakan sel tubuh yang bertanggung jawab terhadap imunitas tubuh.”Penting untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung astaxanthine,” papar Dokter Reo.

 

Glutathione

 

Sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi dengan optimal ketika sel iymphoid mempunyai kadar keseimbangan glutathione yang cukup. Sedikit saja perubahan pada kadar glutathione dapat memberikan efek yang signifikan dalam fungsi kerja limfosit. "Karenanya, glutathione sangat dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk dua alasan utama, yaitu melindungi sel-sel imunitas melalui mekanisme antioksidannya, serta memberikan fungsi yang optimal pada Limfosit dan sel-sel kekebalan tubuh yang lain," beber Dokter Reo. 

 

Sumber makanan alami yang kaya akan glutathione dapat ditemukan antara lain pada asparagus, buah alpukat, bayam, brokoli, tomat, kacang almond dan walnuts. Kecukupan asupan vitamin E serta zat-zat pendukung lainnya seperti astaxanthine dan glutathione mungkin saja didapatkan dengan mengkonsumsi dari sumber makanan alami.

 

"Jika kadarnya tidak mencukupi, dapat ditambah dengan konsumsi suplemen. Pilihlah jenis suplemen dengan bijak. Pilih merek yang telah melewati serangkaian tes yang menyeluruh dengan kualitas kontrol yang baik. Suplemen selayaknya terbuat dari bahan alami yang aman serta halal untuk dikonsumsi,” pungkas Dokter Reo.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check