Lawan COVID-19, Genjot Kekebalan Tubuh dengan Vitamin D

Lawan COVID-19, Genjot Kekebalan Tubuh dengan Vitamin D

30 Mar 2020

Dokterdigital.com - Virus corona telah menginfeksi lebih dari 723.000 orang di seluruh dunia dan membunuh lebih dari 34.000, menurut penghitungan teranyar oleh Universitas Johns Hopkins.

 

Sistem imun adalah garis pertahanan pertama tubuh terhadap patogen atau mikroorganisme penyebab penyakit. Di zaman yang sekarang ini ketika semua orang tidak aman dari cengkeraman virus corona, kekebalan yang kuat dan kebersihan yang baik adalah alat yang efektif yang  dapat membuat kita terhindar dari virus. 

 

Vitamin D berperan penting dalam kekebalan tubuh kita. Vitamin yang larut dalam lemak tampaknya membantu memfasilitasi berfungsinya sistem kekebalan tubuh. Ini membantu mengaktifkan respon imun yang dibutuhkan setiap kali patogen menembus tubuh. 

 

Selain itu, vitamin D memiliki sifat anti-inflamasi dan imunoregulasi yang juga berperan ketika sistem kekebalan berjuang melawan bakteri, virus, dan organisme atau zat penyebab penyakit lainnya.

 

Selama musim dingin dan flu, vitamin D membantu sistem kekebalan tubuh tetap dalam posisi seimbang sehingga penyakit dapat dicegah. Ketika aktivitas sistem kekebalan tubuh menurun dan keseimbangan tidak dijaga, maka terjadilah infeksi.

 

Menurut Pharmacy Times, rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh telah dikaitkan dengan risiko penyakit autoimun yang lebih besar. Seseorang bisa mendapatkan infeksi dalam frekuensi kerap selama musim ini jika kadar vitamin D tidak cukup. Sama seperti influenza, COVID-19 diprediksi akan menjadi penyakit musiman.

 

Para ilmuwan telah memprediksi bahwa coronavirus yang mulai menyebar pada akhir 2019 dapat mereda di musim panas ketika cuaca sejuk dan kering. Mereka mengantisipasi wabah coronavirus menjadi masalah musiman karena hal ini.

 

Tetapi masalahnya sekarang adalah kenyataan bahwa masih belum ada obat dan vaksin untuk COVID-19 yang mematikan. Dan begitu banyak orang beralih ke vitamin dan nutrisi makanan untuk membantu melawan penyakit. Oleh karena itu, suplementasi vitamin D adalah ide yang bagus ketika mencoba menurunkan risiko tertular virus corona.

 

Banyak penelitian yang diterbitkan menunjuk vitamin D sebagai pendorong fungsi sel kekebalan tubuh. Ada juga laporan penelitian yang menunjukkan hubungan langsung antara kadar vitamin D yang rendah dan risiko lebih tinggi mengalami penyakit pernapasan seperti asma, TBC dan penyakit paru obstruktif kronis.

 

Selain itu, ada penelitian yang menunjukkan bagaimana kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit pernapasan. Jadi, sementara masih belum ada bukti kuat bahwa suplemen vitamin D dapat membantu melindungi dari coronavirus,  ada cukup bukti ilmiah untuk menunjukkan bahwa memiliki kadar vitamin D yang rendah dapat membuat kita rentan terhadap infeksi dan penyakit pernapasan seperti COVID-19.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check