Jumlah Korban Infeksi COVID-19 di Indonesia Diprediksi Jauh Lebih Besar dari yang Dilaporkan

Jumlah Korban Infeksi COVID-19 di Indonesia Diprediksi Jauh Lebih Besar dari yang Dilaporkan

26 Mar 2020

Dokterdigital.com - Virus corona telah menginfeksi setidaknya 471.000 orang secara global dan memakan korban jiwa lebih dari 21.000, menurut kalkulasi Johns Hopkins University yang dirangkum dari data WHO dan sumber lain. Di Indonesia, virus corona telah merenggut  58 nyawa dan menginfeksi 790 orang, menurut data yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto di Jakarta, Rabu (25/3).

 

Namun angka yang dilaporkan Indonesia itu dituding jauh lebih kecil dari kondisi sebenarnya. Pusat Pemodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasis di London, Inggris pada Senin (23/) memperkirakan bahwa hanya 2 persen dari infeksi COVID-19 yang dilaporkan. Data yang mungkin positif COVID-19 di Indonesia, menurt permodelan itu, bisa mencapai 34.300, demikian dilaporkan Reuters.

 

Indonesia bahkan disebut tidak siap menghadapi pandemi COVID-19. Indonesia mengalami defisit yang signifikan atas ketersediaan tempat tidur rumah sakit, staf medis, dan fasilitas perawatan intensif. Padahal, para pakar kesehatan dunia telah memperingatkan bahwa negara kita bakal menjadi episentrum baru pandemi virus global ini, berdasar tinjauan data Reuters.

 

Para pakar kesehatan dunia menyebutkan bahwa Indonesia menghadapi lonjakan kasus coronavirus akibat respons pemerintah yang lambat, dan menutupi skala wabah di negara terpadat keempat di dunia ini. Disebutkan bahwa Indonesia telah mencatat 686 kasus namun data ini dilihat sebagai mengecilkan skala infeksi karena tingkat pengujian yang rendah dan tingkat kematian yang tinggi. 

 

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2017  menyebut ketersediaan dokter di Indonesia hanya  empat dokter per 10.000 orang. Bandingkan dengan Italia yang memiliki 10 kali lebih banyak, berdasarkan jumlah per kapita, demikian juga dengan Korea Selatan yang memiliki jumlah dokter enam kali lebih banyak.

 

Hasil studi Pusat Pemodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasis di London itu merilis data yang cukup membikin bulu kuduk berdiri: Permodelan memproyeksikan bahwa kasus  COVID-19 di Indonesia dalam skenario terburuk bisa meningkat hingga 5 juta di Jakarta, pada akhir April 2020.

 

“Indonesia mengalami kesulitan dalam mengendalikan, karena telah menyebar ke mana-mana," papar Ascobat Gani, seorang pakar ekonomi kesehatan masyarakat dikutip Reuters. Gani mencemaskan kasus di Indonesia bakal mengikuti jumlah korban seperti di Wuhan atau Italia. 

 

Namun juru bicara penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto menampik  perkiraan itu. Menurutnya dampak COVID-19 tidak akan separah perkiraan. “Tidak akan seperti itu," ujarnya. “Yang penting kami mengimbau warga, agar terus melakukan jaga jarak untuk meminimalkan penyebaran.”

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check