Jangan Asal Konsumsi Herbal, Pahami Aturan Mainnya

Jangan Asal Konsumsi Herbal, Pahami Aturan Mainnya

18 Mar 2020

Dokterdigital.com - Menyusul merebaknya wabah COVID-19, sejumlah orang berpaling untuk menggunakan herbal dalam upaya meningkatkan ketahanan tubuh agar virus tak gampang masuk. Herbal diyakini berkhasiat membantu meningkatkan daya tahan tubuh jika dikonsumsi secara rutin dan teratur, serta diolah dengan baik dan benar.

 

Masyarakat perlu mengetahui bahwa herbal belum terbukti secara klinis dapat menyembuhkan penyakit. Hal ini juga telah disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laman resminya, di mana pengobatan tradisional mungkin meringankan gejala COVID-19  tetapi belum ada penelitian yang menunjukkan pengobatan tersebut dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit akibat coronavirus.

 

"Manfaat terbesar herbal adalah membantu meningkatkan imunitas tubuh, sehingga tidak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit," ujar Sport Nutritionist & Disease Prevention, Emilia Achmadi, MS., RDN., dalam diskusi online mengenai manfaat produk herbal yang digelar Herbana di Jakarta, Selasa (17/3).

 

Untuk menunjang imunitas tubuh juga harus dibarengi dengan upaya lain, seperti gaya hidup sehat, cuci tangan dengan sabun, konsumsi gizi seimbang, perbanyak makan buah dan sayur, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan jaga jarak aman minimal 1 meter (social distancing) untuk memutus rantai penularan virus. Emilia menambahkan, Indonesia memiliki berbagai herbal yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, di antaranya adalah curcumin (kunyit dan temulawak), jahe, daun kelor, meniran, dan jinten hitam.

 

Curcumin memiliki zat aktif kurkuminoid yang berfungsi sebagai anti virus dan imunomodulator. Meniran mengandung zat aktif flavonoid yang dapat mengoptimalkan fungsi imun. Sementara daun kelor kaya akan vitamin dan mineral yang berperan dalam meningkatkan imunitas, serta mampu melawan infeksi virus dan bakteri. Khasiat dan manfaat herbal tidak dapat dirasakan secara instan, namun membutuhkan waktu untuk dapat diproses oleh tubuh secara alami. Oleh karena itu dianjurkan untuk mengonsumsi herbal secara rutin dan teratur.

 

Selain itu, imbuh Emilia, untuk menjaga khasiatnya, herbal harus diolah dengan baik dan benar. Pengolahan yang tidak tepat justru akan menurunkan bahkan menghilangkan zat-zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Masyarakat dapat mengonsumsi bahan herbal tersebut dalam bentuk segar atau sediaan siap minum. Bila dikonsumsi dalam bentuk segar, cara yang tepat untuk mengolah dan mengonsumsi herbal adalah:

 

1. Siapkan herbal seukuran ibu jari yang masih segar dan belum terkelupas kulitnya;

2. Potong-potong herbal setebal 1-2 cm, lalu memarkan;

3. Masukkan herbal ke dalam cangkir ukuran 250 ml, lalu seduh dengan air hangat suam-suam kuku (70 derajat Celcius). 

4. Diamkan selama 4 menit, lalu minum segera sampai habis.

5. Dalam kondisi sehat, minum ramuan herbal 1-2 cangkir dalam sehari.

6. Sisa herbal yang belum diolah harus divakum terlebih dahulu untuk menghindari oksidasi dan paparan sinar ultraviolet.

7. Simpan sisa herbal yang sudah divakum ke dalam kulkas.

8. Simpan sediaan herbal dalam waktu lama akan menghilangkan khasiat zat aktif yang ada di dalamnya. Karena itu, disarankan untuk masyarakat menyimpan dalam jumlah yang secukupnya.

 

Namun, bagi masyarakat yang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk mengolah herbal, ada alternatif lain untuk tetap menjaga sistem kekebalan tubuh tetap prima, yaitu dengan mengonsumsi suplemen herbal siap minum. "Meski begitu, sebelum membeli produk suplemen herbal, pastikan suplemen tersebut berasal dari herbal yang segar dan berkualitas; mengandung zat aktif yang terjaga khasiatnya dan terukur dosisnya; diproduksi dengan standarisasi Good Manufacturing Practice (GMP); menggunakan teknologi ekstraksi yang canggih sehingga tetap higienis; serta dikemas dan didistribusikan dengan baik dan benar,” ujar Emilia.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check