Wanita Hamil Terpapar COVID-19, Apa Bahayanya?

Wanita Hamil Terpapar COVID-19, Apa Bahayanya?

18 Mar 2020

Dokterdigital.com - Selama kehamilan sistem kekebalan wanita umumnya berubah sehingga meningkatkan risiko komplikasi dari virus seperti flu. Tetapi para ahli kesehatan mengatakan bahwa coronavirus baru (COVID-19) tampaknya hanya sedikit atau tidak berpengaruh pada wanita hamil dan bayi.

Di tengah pandemi COVID-19, banyak orang bertanya apakah aman untuk merencanakan kehamilan atau bahkan untuk yang sudah hamil. Pejabat kesehatan di Inggris mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa virus corona dapat menyebabkan komplikasi serius pada ibu dan bayi, demikian ScienceAlert. Faktanya, tidak ada negara yang melaporkan wanita hamil meninggal karena infeksi coronavirus. Bahkan jika seorang wanita terkena COVID-19 selama kehamilan, penyelidikan awal menunjukkan bahwa bayinya tidak mungkin terinfeksi, demikian menurut pejabat di Royal College of Obstetricians and Gynecologists (RCOG).

"Selama beberapa minggu dan bulan mendatang, kemungkinan wanita hamil di Inggris akan dites positif virus corona," kata Edward Morris, presiden RCOG. "Sementara data saat ini terbatas, sejauh ini tidak ada bukti bahwa virus dapat menular ke bayi selama kehamilan."

Sebuah laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa hanya 8 persen wanita hamil yang tertular COVID-19 di Cina mengalami gejala parah dan 1 persen menjadi sakit kritis. Mayoritas pasien hanya muncul dengan gejala ringan atau sedang. Selain itu, bahkan pasien hamil yang membutuhkan ventilasi mekanik (ventilator) dapat pulih dengan baik.

Penelitian lain di Cina menunjukkan bahwa coronavirus baru tidak berpindah dari ibu ke bayi saat dalam kandungan. Para peneliti mengatakan bahwa semua sampel cairan ketuban, darah tali pusat dan ASI dari ibu hamil dengan COVID-19 dites negatif terhadap virus.

Pejabat kesehatan Inggris juga mencatat tidak ada data yang menekankan bahwa COVID-19 dapat meningkatkan risiko keguguran. Studi yang meneliti SARS dan MERS, yang juga terkait dengan coronavirus tidak menunjukkan hubungan yang meyakinkan antara masalah kehamilan dan penyakit. Peneliti mencatat bahwa wanita dapat terus menyusui dan tetap dekat dengan bayi mereka yang baru lahir di tengah pandemi COVID-19.

“Berdasarkan bukti saat ini, kami tidak percaya bahwa bayi yang lahir dari wanita yang dites positif coronavirus harus dipisahkan dengan ibunya,” kata Russell Viner, presiden RCPCH. "Dampak dari pemisahan ini, bahkan sebagai tindakan pencegahan, dapat menjadi signifikan pada bayi dan ibu."

Namun, para ahli mencatat wanita hamil dengan masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti diabetes atau lupus, harus mencari nasihat dari penyedia layanan kesehatan karena risiko masalah kesehatan yang lebih besar terkait dengan risiko COVID-19, demikian Medical Daily.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check