Wuhan Masih Berpeluang Hadapi Epidemi Parah, Risiko Infeksi Komunitas COVID-19

Wuhan Masih Berpeluang Hadapi Epidemi Parah, Risiko Infeksi Komunitas COVID-19

17 Mar 2020

Dokterdigital.com - Wuhan, kota di Cina tempat virus corona pertama kali diidentifikasi, masih menghadapi epidemi "parah" di tengah kelanjutan kasus yang ditularkan secara lokal, kata komisi kesehatan kota itu dalam konferensi pers, Minggu (15/3). Wuhan, yang merupakan rumah bagi sekitar 11 juta orang, telah dikunci sejak 23 Januari 2020. Kota itu dianggap sebagai pusat pandemi global.

 

"Meskipun jumlah kasus (harian) baru di Wuhan tetap dalam satu digit, masih ada kasus di masyarakat," kata Zheng Yun, wakil direktur komisi kesehatan kota Wuhan. Dia menambahkan bahwa masih ada risiko infeksi komunitas, karena beberapa pasien baru-baru ini diyakini telah tertular virus di lingkungan mereka, mengutip penyelidikan epidemiologis. Zheng mengingatkan warga yang sedang waspada untuk tetap berhati-hati dan menghindari keluar sebanyak mungkin.

 

Kebijakan Isolasi (Lockdown)

 

Beberapa negara telah menempatkan warga mereka di bawah penguncian sebagian atau total (lockdown/isolasi) di tengah penyebaran coronavirus di seluruh dunia:

 

Cina. Masih melakukan isolasi sejumlah wilayah bahkan ketika kasus baru yang dikonfirmasi turun. Namun Cina mengingatkan penularan masih bisa berlansung, terutama di komunitas.

 

Italia. Penguncian di seluruh negeri diberlakukan pada hari Jumat (13/3). Sekarang ini terjadi kasus infeksi COVID-19 hampir 28.000 di Italia dan mengakibatkan lebih dari 2.100 kematian, menurut Universitas Johns Hopkins.

 

Spanyol. Orang-orang di Spanyol dilarang meninggalkan rumah mereka dengan pengecualian pergi bekerja, membeli makanan atau pasokan penting, pergi ke rumah sakit, atau mendukung orang tua atau anak yang butuh perawatan. Negara ini juga menutup perbatasan daratnya saat coronavirus mendekati 10.000 kasus.

 

Filipina. Setengah dari negara itu dikurung terhitung mulai Senin (16/3) untuk mencoba hentikan penyebaran virus. Semua transportasi umum dan kantor ditutup.

 

Lebanon. Meskipun melaporkan kurang dari 100 kasus, isolasi dua minggu diberlakukan di Lebanon mulai hari Minggu (15/3). Perbatasan telah ditutup dan orang-orang wajib tinggal di rumah kecuali benar-benar diperlukan.

Sementara itu, Malaysia akan memberlakukan perintah kontrol gerakan nasional mulai Rabu (18/3) hingga akhir bulan untuk memerangi penyebaran virus corona, demikian dikatakan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, Senin malam (16/3). Perintah itu termasuk "pembatasan komprehensif terhadap pergerakan dan pertemuan publik" termasuk larangan semua kegiatan keagamaan, olahraga, sosial, dan budaya, seperti dilaporkan Bernama News Agency yang dikelola pemerintah. Semua rumah ibadah dan tempat bisnis akan ditutup, kecuali untuk supermarket, pasar basah, toko kelontong dan toko serba ada yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Sebagian besar bangunan pemerintah, kecuali yang menyediakan layanan penting seperti air dan listrik, akan ditutup. Semua institusi pendidikan juga akan ditutup hingga akhir bulan. Warga Malaysia akan dilarang bepergian ke luar negeri, sementara turis asing dan pengunjung akan dilarang memasuki negara itu.

“Saya mengimbau semua orang untuk selalu mematuhi perintah kontrol gerakan ini. Adalah tanggung jawab kita bersama bahwa kita harus menerapkan sebagai warga negara yang peduli dengan keluarga kita, masyarakat kita dan negara kita," tandas Muhyiddin.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check