Meski Diperlukan dalam Jumlah Sedikit, Gizi Mikro Punya Peran Penting

Meski Diperlukan dalam Jumlah Sedikit, Gizi Mikro Punya Peran Penting

09 Mar 2020

Dokterdigital.com - Ada kabar baik untuk orang Indonesia, terkait dengan usia harapan hidup: Angkanya naik artinya lebih panjang umur. Angka harapan hidup perempuan 73 tahun, atau lebih tinggi dibandingkan laki-laki yaitu 69. Rata-rata usia harapan hidup orang Indonesia jika digabungkan antara laki-laki dan perempuan sebesar 71,48.

 

Meski usia harapan hidup lebih tinggi, sayangnya masa tidak produktif perempuan lebih banyak, misalnya akibat sakit atau kelemahan tubuh, demikian dikatakan Medical Manager Consumer Health Division Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi dalam diskusi menandai Hari Perempuan Internasional di Jakarta, Senin (9/3).

 

Tak bisa dimungkiri, perempuan memiliki beragam peran dan melakukan sejumlah pekerjaan sekaligus bukanlah hal aneh. “Perempuan terbiasa melakukan multitasking sehingga butuh nutrisi makro dan mikro. Keduanya harus seimbang untuk menunjang kesehatan tubuh,” ujar dr Helmin.

 

Yang termasuk nutrisi makro adalah karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan nutrisi mikro mencakup  vitamin dan mineral. “Meski dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun nutrisi mikro memiliki peran penting, yaitu sebagai pengatur nutrisi makro,” beber dr Helmin.

 

Melihat tumpeng gizi, yang berada di bagian bawah adalah makanan pokok atau karbohidrat. Sedangkan di atasnya kelompok buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral. “Selain sebagai sumber vitamin dan mineral, buah dan sayur sebagai sumber serat yang diperlukan dalam menjaga kesehatan tubuh,” imbuhnya.

 

Sayangnya, mayoritas penduduk Indonesia masih kurang serat. Data Riset Kesehatan Dasar (2018) menyebut jumlah penduduk yang kurang konsumsi serat mencapai 95,5 ersen atau naik 2% dari dari Riskesdas 2013. Padahal kurang serat bisa menjadi ancaman kesehatan, mulai gangguan sitem pencernaan (sembelit), mudah lapar, gampang naik berat badan hingga ancaman penyakit tidak menular, misalnya kanker usus dan diabetes melitus.

 

Dokter Helmin menambahkan, vitamin sebagai zat pengatur dibutuhkan tiap hari. “Vitamin ini tidak diproduksi tubuh sehingga berisiko kekurangan jika tak dipenuhi dari makanan, yaitu sayur dan buah,” ujarnya.

 

Orang yang kekurangan vitamin dan mineral biasanya menunjukkan  gejala fatigue. “Kekurangan vitamin dan mineral memang kadang tidak kasat mata. Kalau sudah sakit baru ketahuan,” beber dr Helmin.

 

Fatigue menurut dr Helmin merupakan indikasi defisiensi vitamin, seperti  semangat turun, gangguan konsentrasi, pegal, kesemutan dan sebagainya. “Solusinya konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat/tidur, cukup asupan cairan/minum, olahraga rutin, dan kurangi stres serta minum suplemen sesuai kebutuhan,” beber dr Helmin.

 

Menurut dr Helmin suplemen diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tak gampang sakit. “Apalagi jika tak yakin konsumsi makanan harian cukup mengandung vitamin yang diperlukan tubuh, maka perlu mempertimbangkan konsumsi suplemen,” tandasnya.

 

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check