Anak Batuk Pilek Tak Perlu Antibiotik dan Penguapan

Anak Batuk Pilek Tak Perlu Antibiotik dan Penguapan

28 Feb 2020

Dokterdigital.com - Di musim hujan, umumnya anak rentan terkena batuk pilek alias common cold. Batuk pilek sejatinya bukan flu, orang kerap salah menggunakan istilah ini. Rata-rata, anak-anak dalam setahun bisa mengalami 6 hingga 8 kali terkena common cold alias selesma, yang ditandai dengan batuk, pilek dan demam.

 

Selesma merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri melalui perawatan rumahan, jadi tak harus selalu ke dokter. Untuk mengatasi coomon cold, menrut  dokter spesialis anak Dr. dr Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), kekebalan tubuh anak harus ditingkatkan. "Bila masih bayi, ibu harus terus memberikan ASI untuk mencukupi nutrisi. Sedangkan jika batuk pilek menimpa anak-anak yang lebih besar, berikan ia makanan bergizi seimbang dan minum banyak air untuk mencegah dehidrasi," ujar Nastiti dalam temu media yang dihelat Mundipharma di Jakarta, Kamis (27/2).

 

Namun Nastiti berpesan, walaupun selesma bisa sembuh dengan sendirinya, orangtua harus tetap waspada terhadap kondisi anak. "Ada kalanya selesma bisa memburuk sehingga harus membutuhkan pertolongan medis. Orangtua mesti mewaspadai tanda-tandanya dan segera bawa ke dokter," ujarnya.

 

Tanda pertama yang perlu diwaspadai adalah demam. Jika anak demam tinggi dan pernah ada riwayat kejang, maka begitu anak demam sebaiknya dibawa ke dokter atau fasilitas kesehatan. "Jika ada gejala sesak napas, anak juga harus selekasnya dibawa ke fasilitas kesehatan," beber Nastiti. Untuk mengetahui apakah  anak mengalami sesak napas atau tidak, orangtua perlu menghitung napas anak selama satu menit. Pada anak di bawah 2 bulan, napasnya paling cepat 60 kali per menit. Kemudian pada bayi di bawah 1 tahun, 50 kali per menit. Sedangkan di bawah 5 tahun napasnya 40 kali per menit. "Kalau napas anak ngos-ngosan, ini merupakan gejala awal sesak napas. Segera bawa ke dokter."

 

Nastiti mengingatkan agar orangtua tidak 'lebay' dalam menangani batuk pilek pada anak. "Jangan dikit-dikit dikasih antibiotik. Karena kebanyakan penyebab common cold virus, jadi tidak mempan dengan antibiotik. Yang ada malah bisa timbul resistensi, sehingga kalau bakteri menyerang antibiotik tidak mampu lagi mengatasi," ujarnya.

 

Saat hidung anak mampet, umumnya orangtua akan melakukan tindakan penguapan (nebulisasi). Hal ini menurut Nastiti bukan tindakan tepat. "Nebulisasi adalah metode aman dan tidak berbahaya namun tidak memperbaiki keadaan anak. Penguapan umumnya menyasar saluran napas bagian bawah, sedangkan batuk pilek merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas," ujarnya.

 

Jika anak pilek, penggunaan nasal spray atau obat semprot hidung bisa diberikan. Nasal spray yang mengandung bahan alami Iota Carageenan menurut penelitian yang sudah dilakukan, dapat memberikan manfaat terhadap infeksi virus saluran napas dengan cara mengikat dan menjebak virus di dalam rongga hidung, sehingga virus tidak dapat melekat pada mukosa dan berkembang-biak.

 

Studi juga menunjukkan Iota Carrageenan dapat mengurangi jumlah virus, durasi gejala, dan kekambuhan sehingga dapat digunakan sebagai alternatif menghadapi infeksi penyebab common cold. Nasal spray bisa dipakai saat anak mulai bersin-bersin alias menunjukkan gejala selesma. Untuk kenyamanan pemakaian, posisi yang disarankan adalah duduk dan setengah duduk.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check