Kenali 5 Tanda Serangan Jantung Senyap

Kenali 5 Tanda Serangan Jantung Senyap

25 Feb 2020

Dokterdigital.com - Ketika berpikir tentang serangan jantung, kita selalu membayangkan seseorang (biasanya laki-laki) yang memegang dada dengan raut wajah kesakitan sebelum jatuh di tanah, yang tentu saja terjadi dalam kehidupan nyata. Namun, tidak semua serangan jantung seperti itu. Bagi sebagian orang, serangan jantung hanya dapat dideteksi setelah mengalami serangan berikutnya yang mengirim mereka ke rumah sakit.

Serangan jantung senyap dialami oleh beberapa orang. Mereka yang digolongkan serangan jantung senyap jika mengalami kerusakan jantung tetapi tidak mengalami gejala klasik yang cukup untuk masuk ke UGD, demikian dikatakan Robert Greenfield, ahli jantung yang berbasis di Fortune Valley, California.  "Seringkali, kita hanya mengetahui bahwa itu terjadi setelah mereka mengalami serangan jantung kedua. Dan yang pertama - yang diam - muncul dalam hasil tes," katanya seraya menambahkan bahwa serangan diam-diam bahkan dapat terjadi selama tidur tanpa bangun sepenuhnya.

Olujimi Ajijola, ahli jantung di Ronald Reagan Medical Center UCLA, mengatakan bahwa faktor risiko serangan jantung yang sama (misalnya tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi) juga berlaku untuk serangan jantung diam. Ajijola menambahkan bahwa wanita mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk tidak mengenali serangan jantung karena mereka cenderung memiliki gejala tidak khas untuk serangan jantung, seperti sakit perut, ketidaknyamanan rahang, atau hanya merasa umumnya tidak sehat.

Lebih sulit untuk dideteksi daripada serangan "biasa" serangan jantung diam memiliki tanda-tanda dan gejala-gejala halus yang tidak boleh lewatkan. Inilah beberapa di antaranya:

1. Sesak napas

Menurut ahli jantung yang berbasis di New York Adriana Quinones-Camacho, jantung dan paru-paru bekerja bersama untuk memastikan darah memiliki oksigen yang cukup setiap saat. Pernapasan biasanya segera terpengaruh ketika ada masalah pada sistem kardiovaskular. Anda mungkin mengalami kesulitan bernapas hanya dengan berjalan melintasi ruangan, atau tidak bisa bergerak sendiri. Dalam kedua kasus ini, beberapa orang mungkin menganggapnya sebagai serangan panik, yang juga merupakan hasil dari sesak napas. Namun, jika  gagal "mengatur ulang" diri melalui pernapasan dalam, atau tidak bisa mendapatkan cukup udara, maka itulah saatnya harus memeriksakan diri.

2. Detak jantung lebih cepat

Ajijola mengatakan bahwa ketika ada masalah, jantung akan segera mencoba untuk memperbaiki jalannya, dan itu sering berarti memompa lebih cepat. Ini juga bisa menjadi tanda aritmia, yang disebabkan oleh pola detak jantung yang tidak teratur yang membuat Anda merasa jantung tidak berdetak atau 'membentur' dinding dada.

3. Kelemahan dan kelelahan mendadak

Sementara jantung berjuang untuk menangani situasi apa pun, situasi ini akan mengalihkan sumber daya dari otot-otot di lengan dan kaki, menghasilkan perasaan lemah dan berat. Greenfield mengatakan bahwa banyak orang merasa sulit untuk berdiri atau berjalan pada saat itu karena mereka merasakan gelombang kelelahan yang hebat.

4. Mual dan gangguan pencernaan

Sistem pencernaan adalah area lain yang terpengaruh kapan pun jantung menghadapi masalah. Itu karena ketika jantung mengeluarkan semua sumber daya dari sistem pencernaan, darah kaya oksigen yang masuk ke aliran darah menjadi berkurang, menyebabkan mual, gangguan pencernaan, dan kram perut yang tiba-tiba. Kondisi ini, kata Greenfield, dapat disalahartikan sebagai mulas karena Anda mungkin merasa sesak dan terbakar di dada tidak seperti reaksi asam lambung.

5. Hilang fokus

Meskipun jantung Anda memastikan bahwa darah Anda adalah prioritas utama ketika masalah muncul, serangan jantung diam juga dapat disebabkan oleh masalah sirkulasi, menghentikan darah teroksigenasi dari mencapai otak secara efektif dan menyebabkan pusing, disorientasi, dan penyimpangan memori jangka pendek.

Bagi banyak orang, stres atau lelah, sesak napas, gangguan akibat daftar hal yang harus dilakukan dan mulas adalah bagian dari pagi yang normal. Namun, jika mereka disertai dengan jantung berdebar-debar atau kelelahan luar biasa, maka ini bisa menjadi tanda bahwa kunjungan ke dokter diperlukan sesegera mungkin, demikian Medical Daily.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check