Soal Coronavirus, Cina Akui sebagai Krisis Kesehatan Masyarakat Terburuk

Soal Coronavirus, Cina Akui sebagai Krisis Kesehatan Masyarakat Terburuk

25 Feb 2020

Dokterdigital.com - Wabah coronavirus dikatakan sebagai krisis kesehatan masyarakat terburuk yang dihadapi Cina sejak negara itu didirikan, Presiden Cina Xi Jinping memperingatkan ketika wabah meluas ke Korea Selatan dan Italia, meningkatkan kekhawatiran akan pandemi global.

Berbicara Minggu (23/2), Xi mengatakan situasi epidemi saat ini parah dan kompleks, dan upaya pencegahan dan pengendalian berada pada tahap paling kritis. "Krisis ini adalah yang paling sulit dicegah dan dikontrol di Cina sejak berdirinya Republik Rakyat Cina pada tahun 1949," ujar Xi sikutip CNN. Dia menambahkan wabah itu kemungkinan akan memiliki "dampak besar" pada ekonomi negara itu, tetapi metode pencegahan dan pengendalian epidemi mulai berdampak positif.

Mengikuti pidato Xi, Cina mengumumkan akan menunda pertemuan tahunan hampir 3.000 legislator nasional di Beijing, menggarisbawahi dampak berkelanjutan dan tingkat keparahan wabah.

Komisi Tetap Rakyat Nasional memilih untuk menunda sidang penuh (NPC), parlemen negara itu, yang telah dijadwalkan dimulai pada 5 Maret. Belum ada tanggal baru yang diumumkan.

Hingga Senin (24/2), setidaknya ada 77.150 kasus yang dikonfirmasi di Cina daratan, sehingga total kasus global menjadi lebih dari 79.000, dengan jumlah kematian mencapai 2.620. Sebanyak 27 dari kematian itu terjadi di luar Cina daratan, lonjakan besar dari seminggu yang lalu, ketika hanya lima kematian terjadi di luar Cina, dan sebagian besar dari mereka yang melibatkan orang-orang yang memiliki hubungan langsung dengan negara itu.

Wabah baru yang besar juga sedang berkembang di Korea Selatan, Iran dan Italia, dengan lusinan kasus yang dikonfirmasi dan beberapa kematian. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan mengumumkan Senin lalu bahwa 70 kasus tambahan virus corona telah dikonfirmasi, sehingga total kasus infeksi di negara itu menjadi 833.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan negara itu berada pada "momen penting" ketika ia mengeluarkan tingkat siaga nasional tertinggi dan memerintahkan sumber daya baru untuk mengatasi wabah tersebut, yang sebagian besar difokuskan pada kota Daegu di selatan tetapi telah menyebar di seluruh negara Asia Timur, termasuk di pangkalan militer.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Senin lalu mengonfirmasi bahwa empat tentara tambahan telah dipastikan telah tertular virus tersebut, sehingga jumlah personil militer yang terinfeksi virus corona menjadi 11. Ada kekhawatiran bahwa wabah itu dapat menyebar dengan cepat di antara pasukan yang tinggal di dekat perbatasan, dan berpotensi menyebar ke pasukan AS yang ditempatkan di Korea.

Di kota Daegu Korea Selatan, wabah telah berpusat di sekitar kelompok agama Shincheonji. Sekitar 300 anggota kelompok telah dites positif untuk virus, dan lebih dari 9.000 praktisi telah dimasukkan ke dalam isolasi diri ketika mereka diuji oleh otoritas kesehatan. Infeksi ini diyakini telah menyebar dengan cepat karena sesi pemujaan massal yang diadakan oleh kelompok itu, yang membuat mereka saling kontak dalam waktu yang lama.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check