Waspadai Daftar Makanan Pencetus Penyakit Kardiometabolik

Waspadai Daftar Makanan Pencetus Penyakit Kardiometabolik

24 Feb 2020

Dokterdigital.com - Pola makan bisa berdampak pada kesehatan. Makanan dapat meningkatkan kesehatan, sementara pilihan lain dapat berkontribusi terhadap penyakit. Namun Konsumsi makanan yang tepat bukanlah satu-satunya hal yang perlu dipertimbangkan jika ingin tetap sehat. Penting juga untuk memilikinya dalam jumlah alias porsi yang pas. Beberapa makanan, meskipun sehat, bisa berbahaya jika dimakan terlalu banyak. Ini termasuk sumber kolesterol, kalsium dan natrium.

Mengelola konsumsi makanan harian menawarkan sejumlah manfaat kesehatan. Salah satunya adalah berkurangnya risiko memiliki penyakit kardiometabolik (CMD), seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung dan stroke. Sebuah penelitian, yang diterbitkan di JAMA, menunjukkan 10 makanan dan zat gizi teratas yang perlu dikelola dengan baik untuk menghindari kondisi yang berpotensi mematikan.

Berikut 1o jenis makanan yang perlu dijaga asupannya, yaotu:

1. Buah-buahan

2. Sayuran

3. Biji-bijian utuh

4. Kacang-kacangan dan biji-bijian

5. Lemak omega-3 berbasis makanan laut

6. Lemak tak jenuh ganda

7. Sodium

8. Daging olahan

9. Minuman manis

10. Daging merah

Konsumsi makanan tersebut (terlalu sedikit atau kebanyakan) telah dikaitkan dengan lebih dari 45 persen kematian akibat diabetes tipe 2, penyakit jantung dan stroke. Temuan ini berasal dari analisis 702.308 kematian terkait CMD di Amerika Serikat pada 2012. Para peneliti juga melihat asupan makanan, juga nutrisi dan data dari studi sebelumnya berikut uji klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan kacang dan biji-bijian, sayuran, buah-buahan, biji-bijian, lemak omega-3, dan lemak tak jenuh ganda yang sangat rendah berkontribusi terhadap 2,3 persen hingga 8,5 persen dari semua kematian CMD selama penelitian.

Sementara itu, makan terlalu banyak natrium (garam), daging olahan, minuman manis dan daging merah yang tidak diolah dikaitkan dengan 0,4 persen hingga 9,5 persen dari semua kematian.

Tetapi penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. “Model risiko komparatif bukan model sebab-akibat, dan itu tidak membuktikan bahwa mengubah asupan makanan dan nutrisi ini akan mengurangi risiko penyakit CMD,” kata Kathy McManus, kepala nutrisi di Brigham and Women’s Hospital and the Dana Farber Cancer Institute.

"Efek kesehatan tertentu dari setiap makanan atau nutrisi pada setiap individu dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor termasuk kebiasaan diet lainnya, usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan genetika," tandasnya.

Tetapi konsumsi tinggi sodium (garam), daging olahan, minuman manis dan daging merah telah lama dikaitkan dengan penyakit. Menghindari atau mengurangi asupan makanan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko sejumlah masalah kesehatan.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check