Benarkah Perempuan Bisa Hamil saat Ada Sperma di Kolam Renang?

Benarkah Perempuan Bisa Hamil saat Ada Sperma di Kolam Renang?

23 Feb 2020

Dokterdigital.com - Apakah sperma yang dikeluarkan pria di kolam renang bisa membuat hamil jika ada perempuan kebetulan berenang di kolam yang sama? Atau ada pria iseng dengan sengaja ejakulasi di kolam renang saat sendirian dan kemudian ada perempuan yang berenang di kolam itu setelahnya, apakah bisa menyebabkan kehamilan?

 

Menurut laman Plannedparenthood.org, jawabnya adalah tidak. Memang sperma adalah perenang yang kuat, tetapi hanya ketika mereka berada di dalam tubuh. Itu berarti jika pria berejakulasi ke kolam renang, tidak ada yang akan hamil meskipun saat itu ada sejumlah wanita yang berada di kolam yang sama.  Kehamilan hanya dimungkinkan ketika pria berejakulasi di atau ke dalam vagina peremouan. 

 

Agar sukses membuahi, sperma harus memenuhi berbagai syarat, antara lain:

 

1. Kuantitas. 

 

Pria dinyatakan fertil (subur) jika jumlah sperma mencapai 20 juta/ml semen. Namun demikian para peneliti menemukan bahwa memiliki sperma yang berkualitas jauh lebih penting dibandingkan kuantitasnya. Dari jutaan sperma yang diejakulasikan pada semen, hanya sekira 200 yang mencapai tuba falopii seorang perempuan. Namun, hanya satu yang dibutuhkan untuk membuahi telur.

 

2. Kualitas. 

 

Bentuk dan struktur sperma juga pegang peranan penting. Seorang pria dinyatakan fertil jika lebih dari sepertiga sperma normal baik bentuk dan strukturnya. Sperma yang normal memiliki kepala oval dengan ekor panjang yang mendukung pergerakannya. Sperma yang besar, kecil, memiliki ekor yang keriting atau ikal, atau bahkan berekor ganda kurang mampu membuahi sel telur.

 

3. Motilitas. 

 

Untuk mencapai target, sperma harus bergerak. Untuk mencapai telur, sperma harus bisa bergerak sendiri, berenang beberapa inchi untuk mencapai dan melakukan penetrasi pada telur. Pergerakan sperma (motilitas) merupakan karakteristik penting dari sperma yang sehat. Pria dinyatakan subur jika lebih dari separuh spermanya bisa bergerak.

 

Hanya butuh satu sperma untuk membuahi telur. Dengan jutaan sperma yang dibawa bersama semen, kemungkinan terjadinya kehamilan tampaknya besar. Faktanya, mungkin saja butuh upaya ekstra agar tujuan itu tercapai, bahkan meskipun Anda dan pasangan dinyatakan sehat dan waktunya juga tepat. Itulah makanya pasangan disarankan melakukan seks menjelang ovulasi saat telur dikeluarkan dari ovarium.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check