Cara Membedakan Serangan Jantung vs Serangan Panik

Cara Membedakan Serangan Jantung vs Serangan Panik

21 Feb 2020

Dokterdigital.com - Mengeluh sakit dada, orang yang mengalaminya sering terlihat bergegas ke unit gawat darurat rumah sakit. Saat memeriksa gejalanya, dokter membedakan antara nyeri dada yang diakibatkan oleh serangan panik atau serangan jantung sebelum melanjutkan dengan tes lebih lanjut.

Orang masih keliru membdakan serangan panik dan serangan jantung karena gejalanya sekilas mirip. Ada banyak kesamaan dalam gejala awal: nyeri dada, sesak napas dan berkeringat. Namun terapi keduanya jelas berbeda. Dokter umumnya akan memeriksa kondisi jantung. Pada jantung yang sehat, suplai darah yang cukup diperlukan untuk mengalir ke organ tanpa penumpukan plak yang menghambat aliran darah. Ketika plak menumpuk, dada mengencang, berpotensi menyebabkan pembekuan darah, kejang arteri atau aterosklerosis yang dapat mengakibatkan memburuknya kesehatan jantung, yang bisa memicu serangan jantung. Penyempitan arteri juga dapat menyebabkan serangan jantung.

Karena alasan inilah jelas diketahui bahwa serangan jantung jauh lebih berbahaya daripada serangan panik - yang tidak disebabkan oleh penyumbatan di arteri. Kecemasan berlebihan adalah respons yang tidak sehat terhadap stres, sedemikian rupa sehingga terbukti merupakan reaksi yang tidak proporsional terhadap peristiwa yang membikin sedih. Serangan panik mempengaruhi 2 hingga 3 persen populasi Amerika. Debar jantung, hiperventilasi, mual, pusing, dan sensasi kesemutan adalah gejala utama.

Dalam kebanyakan kasus, kasus serangan panik mereda dalam waktu 10 hingga 30 menit. Namun, serangan jantung bisa mulai ringan dan memburuk perlahan seiring waktu. Gejala serangan jantung termasuk semua gejala serangan panik yang disebutkan di atas, tetapi ada lebih banyak gejala penyakit kardiovaskular, antara lain penderita merasa tidak nyaman atau sakit di leher, bahu, lengan dan punggung. Gejala umum utama adalah, tentu saja, nyeri dada, menyebabkan kebingungan - tetapi ada perbedaan dalam hal bagaimana rasa sakit terjadi. Dalam serangan panik, penderita akan mengalami rasa sakit lokal yang tajam di tengah dada. Sedangkan sasa sakit saat serangan jantung lebih seperti sensasi 'remasan' dan bisa menyebar ke lengan dan bahu.

Serangan panik adalah peristiwa tunggal atau sebagai ekspresi dari gangguan kecemasan yang mendasarinya. Meskipun serangan jantung dan serangan panik memiliki perbedaan yang jelas, orang yang diliputi kecemasan lebih berisiko terkena penyakit jantung di masa depan karena mereka dapat memiliki variabilitas detak jantung yang rendah, demikian Medical Daily.
Variabilitas detak jantung menentukan kemampuan tubuh untuk secara efisien menggeser detak jantung sepanjang hari. Studi telah menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kecemasan memiliki variabilitas detak jantung yang rendah dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki kecemasan.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check