6 Gejala Cacing Pita Bersemayam di Tubuh Manusia

6 Gejala Cacing Pita Bersemayam di Tubuh Manusia

17 Feb 2020

Dokterdigital.com - Infeksi cacing pita mungkin kurang umum di negara maju, namun banyak dijumpai di negara berkembang. Juga disebut taeniasis, cacing pita mempengaruhi usus manusia sebagai akibat dari makan produk makanan hewani yang mentah atau kurang matang yang terkontaminasi larva cacing pita. Infeksi cacing pita dapat mempengaruhi organ lain - dalam kasus yang jarang terjadi - misalnya otak (neurocysticercosis yang jarang tetapi serius), akibat perkembangan kista larva cacing pita di otak.

 

Infeksi cacing pita tidak selalu menyebabkan gejala yang nyata tetapi sangat serius dan bahkan mengancam nyawa ketika itu tidak ditangani. Untuk mengetahui apakah ada infeksi cacing pita di dalam tubuh, ada sejumlah tanda yang bisa dikenali, antara lain:

 

1. Masalah pencernaan

 

Salah satu gejala cacing pita bersarang dalam tubuh adalah masalah pencernaan, biasanya mual dan diare. Berbentuk pipih dan terkadang sangat panjang, cacing pita adalah parasit, mampu bertahan hidup di dalam sistem pencernaan hewan dan manusia. Berkat melalui kista, telur cacing pita hidup di dalam daging mentah dan terkontaminasi, termasuk daging sapi, babi, dan ikan. Telur parasit ini akhirnya menetas, dan cacing yang baru lahir melanjutkan siklus dengan menempel pada dinding usus tubuh sebagai suplai energi.

 

2. Insomnia

 

Mengalami kesulitan tidur di malam hari? Mungkin disebabkan oleh kehadiran cacing pita di tubuh, yang dapat memicu insomnia. Hal ini bisa diperburuk oleh  masalah pencernaan akibat mengonsumsi daging dan ikan mentah dan terkontaminasi.

 

3. Kelemahan otot

 

Cacing pita tidak hanya mempengaruhi sistem pencernaan. Jika tubuh kita memiliki otot yang lemah akibat makan makanan mentah dan terkontaminasi, maka itu bisa menjadi tanda komplikasi yang berasal dari keberadaan cacing pita di dalam tubuh. Mengapa bisa demikian? Karena cacing pita (atau lebih tepatnya larva atau telurnya) dapat bergerak melalui aliran darah dan menempel pada otot rangka atau jaringan di mana mereka dapat membentuk kista.

 

4. Kelelahan

 

Apakah disebabkan oleh masalah pencernaan atau kekurangan nutrisi (terutama vitamin B12), kelelahan juga bisa menjadi tanda bahwa cacing pita bersemayam di dalam tubuh.

 

5. Pola makan

 

Kehadiran cacing pita dalam tubuh dapat disebabkan oleh apa yang kita makan, mengakibatkan perubahan nafsu makan, penurunan berat badan yang tidak sehat, dan bahkan tanda-tanda kekurangan nutrisi. Hal ini khususnya  berlaku jika hobi mengonsumsi daging babi - yang meningkatkan kemungkinan parasit tertelan ke dalam tubuh. Untuk menguranginya, hentikan konsumsi semua produk berbasis daging babi dari diet untuk selamanya.

 

Salah satu solusinya adalah meningkatkan asupan sayuran dan (jika kemungkinkan) produk pangan organik, mulai dari salad hingga sup dan smoothie.  Bawang putih dan bawang merah mungkin dapat membantu karena memiliki efek anti-parasit serta sifat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Konsumsilah pepaya dan jus pepaya karena mengandung sifat anti-parasit alami.

 

Selain itu, lebih fokus pada konsumsi daging organik yang diberi makan rumput atau rumput sambil menghindari produk daging olahan.  

 

6. Perubahan BAB

 

Meskipun cacing pita biasanya terbunuh di dalam usus dan diekskresikan atau dikeluarkan melalui buang air besar, kadang-kadang cacing ini dapat bertahan di tubuh selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, yang mengakibatkan perubahan tinja dan buang air besar dalam jangka panjang.

 

Untuk  membersihkan usus dari parasit ini, yang terbaik adalah minum obat cacing, atau konsultasi dengan dokter untuk mencari solusi memberantas cacing pita secara tuntas.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check