Coronavirus Dapat Bertahan Hidup di Suhu Ruang Hingga 9 Hari

Coronavirus Dapat Bertahan Hidup di Suhu Ruang Hingga 9 Hari

16 Feb 2020

Dokterdigital.com - Para ilmuwan berpacu dengan waktu untuk menemukan solusi wabah novel coronavirus. Menurut sebuah studi baru, coronavirus baru atau 2019-nCoV (secara resmi dinamai COVID-19) dapat dengan mudah bertahan hidup pada benda mati setidaknya selama sekitar satu minggu. Dalam artian jika virus itu mirip dengan kerabatnya dari pohon keluarga coronavirus.

 

Lantas, berapa lama virus corona baru dapat bertahan hidup pada benda mati? Berasal dari berbagai macam pasar daging di kota Wuhan di Cina, coronavirus baru berhasil menjadikan dirinya sebagai epidemi global baru, menewaskan ribuan orang dan menginfeksi jauh lebih banyak orang. Namun, masih banyak yang tidak diketahui tentang virus ini. Selain fakta bahwa coronavirus baru berasal dari hewan dan dapat menulark ke manusia dengan berbagai cara, tidak banyak yang mengerti tentang cara kerja virus.  itulah sebabnya para peneliti mencari virus serupa seperti SARS dan MERS untuk mencari penjelasan lebih lanjut.

 

"Saat ini tidak jelas apakah seseorang bisa mendapatkan 2019-nCoV dengan menyentuh permukaan atau objek yang mengandung virus di atasnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata mereka sendiri," demikian menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat ( CDC).

 

Namun, sebuah tinjauan yang mencakup 22 studi tentang virus manusia dan hewan dalam keluarga ini menemukan bahwa patogen manusia dapat bertahan hidup di permukaan dan tetap menular pada suhu kamar hingga sembilan hari. Tentu saja, itu sudah berada di ujung atas rentang hidup virus, namun mengingat bahwa rata-rata virus dapat bertahan selama sekitar empat hingga lima hari. Bahkan, beberapa dokter hewan memprediksi virus dapat bertahan lebih dari 28 hari.

 

"Suhu rendah dan kelembaban udara tinggi semakin meningkatkan umur virus," kata Günter Kampf, dokter di Rumah Sakit Universitas Greifswald. "Coronavirus yang berbeda dianalisis, dan hasilnya semua sama," imbuh Eike Steinmann, ahli virologi dari Leibniz University Hanover.

 

Namun, tidak ada virus yang diteliti adalah COVID-19 karena banyak yang masih belum diketahui tentang itu. Karena itu, para peneliti merekomendasikan untuk sering mencuci tangan, serta memastikan area publik sering disemprot desinfektan Menurut peneliti, ini adalah harga yang murah untuk membayar keselamatan, demikian Medical Daily.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check