Wabah Coronavirus di Luar Kendali, Jumlah yang Terinfeksi Bisa Lebih Besar dari Data Resmi

Wabah Coronavirus di Luar Kendali, Jumlah yang Terinfeksi Bisa Lebih Besar dari Data Resmi

14 Feb 2020

Dokterdigital.com - Wabah novel coronavirus tampaknya di luar kendali. Cina mengakui bahwa masih belum tahu berapa banyak orang yang telah terifeksi virus corona di Wuhan setelah pejabat meluncurkan pemeriksaan kesehatan dari pintu ke pintu untuk memburu pasien yang terindikasi tertular virus.

Seorang pejabat tinggi Komunis yang ditunjuk oleh Beijing untuk menangani krisis itu mengatakan timnya tidak dapat mengonfirmasi skala epidemi yang sebenarnya di kota itu, tetapi memperingatkan jumlah pembawa potensial coronavirus bisa 'cukup besar'. Berita itu muncul ketika seorang virologis Inggris memperingatkan jumlah kasus di Cina bisa 10 hingga 25 kali lebih tinggi daripada statistik resmi, demikian dilaporkan Dailymail, Kamis (13/2).

Jumlah harian pasien yang dikonfirmasi di Wuhan melonjak lebih dari 12 kali kemarin, sementara jumlah kematian harian meningkat tiga kali lipat. Di seluruh Cina, 254 orang tercatat meninggal karena virus corona dalam sehari - termasuk 242 di Hubei, Rabu. Itu hari paling mematikan dari wabah sejauh ini.

Jenis baru coronavirus, yang secara resmi dikenal sebagai COVID-19, sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 1.370 orang dan menginfeksi lebih dari 60.380 di seluruh dunia. Presiden Cina Xi pada Senin (10/2)  menyerukan pertempuran melawan virus di Wuhan dan Hubei setelah wabah. Xi mengatakan perang akan menjadi 'sulit' dan mendesak semua organisasi pemerintah untuk memainkan peran aktif.

Chen Yixin, wakil pemimpin tim khusus yang dibentuk oleh Beijing untuk menangani krisis, mengakui dalam sebuah pertemuan di Wuhan bahwa wabah itu masih 'tidak dapat diprediksi' dan sejauh mana penyebarannya masih belum jelas. Pejabat senior itu menyerukan 'serangan umum' terhadap penyakit mematikan itu, menurut transkrip konferensi yang dikeluarkan oleh Komisi Urusan Politik dan Hukum Pusat Cina. Dia menuntut kota membangun lebih banyak rumah sakit 'fang cang' atau 'tempat tinggal' dengan mengubah fasilitas umum termasuk ruang olahraga, pusat pameran dan universitas. 

Ahli Virologi Derek Gatherer dari University of Lancaster memperingatkan bahwa jumlah pasien coronavirus di Cina bisa 10 hingga 25 kali lebih tinggi daripada angka resmi. "Alasan kami dapat membuat perkiraan ini adalah karena kami tahu jumlah kasus yang diekspor dari Cina dan kami juga tahu jumlah orang yang telah melakukan perjalanan keluar dari negara itu," ujarnya dikutip Sky News.

Pihak berwenang Wuhan mengumumkan pada Senin (10/2) bahwa mereka telah menemukan 1.499 warga sakit kritis yang terinfeksi dengan virus corona baru melalui pemeriksaan kesehatan dari pintu ke pintu.

Wakil Perdana Menteri Cina pekan lalu memerintahkan kota itu untuk memindahkan semua penderita yang dikonfirmasi dan potensial - serta kontak dekat mereka - ke kamp-kamp karantina dalam upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit. Namun, statistik resmi dari kemarin mengungkapkan bahwa dua rumah sakit darurat coronavirus yang dibangun dari awal dalam 12 hari hanya merawat setengah dari pasien yang seharusnya.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check