Waspadai 5 Pemicu Rambut Rontok

Waspadai 5 Pemicu Rambut Rontok

13 Feb 2020

Dokterdigital.com - Kehilangan rambut akibat rontok adalah fungsi normal tubuh yang terjadi setiap hari. Ada siklus alami yang dilalui oleh folikel rambut: rambut tumbuh, lalu beristirahat, rontok dan tumbuh kembali. Siklusnya bisa bertahan hingga lima atau enam tahun, dan bahkan lebih lama bagi sebagian orang. Sekitar 100 helai rambut bisa rontok per hari dan itu dianggap sebagai hal normal.

 

Usia yang selalu menjadi faktor yang telah ditentukan adalah mitos yang terkait dengan kerontokan rambut, menurut Dr. Omar Milhem, pakar kerontokan rambut dan direktur medis di Pharma Medico. Faktor eksternal seperti stres dan kondisi kesehatan yang sudah ada -  seperti diabetes dan masalah jantung lebih cenderung menyebabkan rambut rontok. Kondisi yang mendasarinya harus ditangani oleh dokter. Itu karena ketika kesehatan secara keseluruhan membaik, pertumbuhan rambut akan pulih dengan sendirinya.

 

Menurut trichologist Sara G. Allison, yang juga memiliki Hair Today More Tomorrow, perusahaan pertumbuhan rambut yang berbasis di Inggris, berkurangnya helai rambut pada wanita akan mempengaruhi harga diri dan kepercayaan dirinya. Ada sejumlah alasan mengapa rambut rontok dan kabar baiknya beberapa di antaranya bisa dicegah, yaitu:

 

1. Gaya rambut yang konsisten

 

Tata rambut adalah seni dan saat ini dianggap sebagai profesi. Tetapi gaya rambut mengandung konsekuensi jika dilakukan konsisten. Traksi alopecia disebabkan oleh menata rambut dengan cara tertentu, misalnya sanggul atau meluruskannya sepenuhnya, kepang atau ekstensi. Ini menyebabkan bintik-bintik botak dan menipis pada kulit kepala, yang membuat tambut menipis.

 

2. Efek samping pengobatan

 

Dalam beberapa kasus, beralih menggunakan kontrasepsi hormon dapat menyebabkan rambut rontok. Statin dan antidepresan menyebabkan efek yang sama. "Hampir semua anti-depresan dalam pengalaman saya dapat menyebabkan kerontokan rambut sebagai efek samping. Jadi, bahkan dengan beralih ke yang lain mungkin belum tentu lebih baik, "jelas Allison.

 

3. Kurang gizi

 

Melakukan diet seperti pola makan vegan atau vegetarian menyebabkan kekurangan gizi yang parah, terutama protein, seng dan zat besi. Namun hal ini bisa dikoreksi dengan mengambil suplemen seng dan biotin yang butuh waktu hingga tiga bulan untuk bekerja, karenanya diperlukan kesabaran untuk mengalami pertumbuhan kembali rambut.

 

4. Stres

 

Telogen effluvium adalah fase ketika rambut tidak tumbuh melampaui fase telogen dari siklus alami folikel rambut.  Ini bisa disebabkan oleh stres, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Namun, ada alasan lain di balik kondisi ini, seperti tiroid dan masalah medis lainnya. Yoga, meditasi, terapi, dan olahraga adalah cara yang bisa dilakukan untuk meredakan stres dan diharapkan rambut bisa kembali tumbuh normal.

 

5. Menopause dan kehamilan

 

Androgenetic alopecia dapat menjadi hasil dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi selama menopause. Minoxidil direkomendasikan untuk orang yang ingin mendorong pertumbuhan rambut mereka setelah menopause. Setelah kehamilan, wanita mengalami penurunan kadar estrogen, menyebabkan rambut rontok untuk beberapa wanita. Namun, rambut rontok ini dapat dipulihkan setelah kehamilan berakhir.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check