Korban Coronavirus Terus Bertambah, Indonesia Siaga Satu

Korban Coronavirus Terus Bertambah, Indonesia Siaga Satu

25 Jan 2020

Dokterdigital.com - Coronavirus di Wuhan kembali meminta korban. Kali ini seorang dokter yang merawat para korban yang terinfeksi coronavirus jenis baru telah meninggal akibat terpapar virus yang sama - yang bisa memicu pneumonia. Kejadian ini juga sekaligus mengindikasikan tenaga kesehatan mulai kewalahan menghadapi gelombang pasien yang terindikasi terinfeksi coronavirus.

Dokter berusia 62 tahun, Liang Wudong meninggal pada Sabtu pagi (25/1) seperti dilaporkan media pemerintah. Laman China Global Times juga melaporkan dokter lain yang merawat pasien coronavirus di Wuhan meninggal karena serangan jantung. Tidak jelas apakah Jiang Jijun (51), telah tertular virus itu, demikian dilaporkan The Guardian.

Pemerintah Cina meningkatkan upaya untuk memerangi epidemi yang berkembang dan mengirim 1.200 tenaga medis tambahan ke Wuhan, sebagai pusat penyebaran, untuk meringankan beban staf lokal.

Kementerian kesehatan Cina juga memerintahkan langkah-langkah nasional untuk mengidentifikasi dan segera mengisolasi kasus-kasus yang diduga virus mematikan di kereta api, pesawat terbang dan bus. Jumlah kematian yang dilaporkan meningkat menjadi 41 dari jumlah orang yang terinfeksi mencapai hampir 1.300.

Komisi Kesehatan Cina (NHC) mengatakan akan mendirikan stasiun inspeksi, dan penumpang dengan dugaan pneumonia harus "segera diangkut" ke pusat medis. Isolasi kasus-kasus yang dicurigai harus diikuti oleh desinfeksi kereta, pesawat atau bus. Pernyataan itu mengatakan semua departemen transportasi  harus secara ketat memperkenalkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian termasuk tindakan penyaringan di bandara, stasiun kereta api, stasiun bus dan pelabuhan. Staf yang melayani penumpang semua harus mengenakan topeng, sebut lembaga itu.'

Dr Liang bekerja di rumah sakit Hubei Xinhua di Wuhan dan merupakan kematian pertama yang diketahui di antara staf yang merawat pasien di kota itu, yang 'terkunci' bersama dengan setidaknya selusin kota lain di negara bagian Hubei.

Tindakan Pengamanan di Indonesia

Terkait dengan wabah coronavirus jenis baru, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan Indonesia saat ini dalam posisi siaga satu. “Akan dicek semua termasuk pintu-pintu masuk negara, kita udah siaga satu ini, nggak ada tidurnya, jadi tenang, saya bekerja membantu masyarakat untuk tidak usah khawatir," kata Terawan dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Jumat (24/1).

Menkes Terawan mengatakan pihaknya terus memantau potensi penyebaran coronavirus. Terawan mengatakan dirinya juga langsung mengecek ke lapangan setelah karyawan Huawei di Gedung BRI 2 diduga terjangkit coronavirus pada Kamis (23/1).

 

Menkes  juga memastikan pihaknya meningkatkan kewaspadaan dengan pengecekan pengunjung di bandara maupun pelabuhan pintu masuk melalui alat pengukur suhu. Hal ini merupakan langkah antisipasi untuk tenaga kerja asing (TKA) yang berasal dari Cina maupun negara lain yang terjangkit virus tersebut.

 

Terawan menekankan semua peralatan di bandara  siap 24 jam  untuk pengecejkan, yang tersedia di  pelabuhan laut maupun darat.

 

Terkait dengan kejadian infeksi coronavirus baru, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jumat (24/1) dilaporkan mengisolasi satu pasien terduga terjangkit virus yang muncul pertama kali di Wuhan. Orang yang diduga terinfeksi coronavirus diketahui telah bepergian ke wilayah Chna dan pulang ke Indonesia pada Rabu (22/1). 

 

Pihak rumah sakit mengatakan tengah melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi pasien dan butuh  waktu 2-3 hari sampai penelitian selesai.

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check