Nanopartikel Menjanjikan Bunuh Sel Kanker dengan Efek Samping Minimal

Nanopartikel Menjanjikan Bunuh Sel Kanker dengan Efek Samping Minimal

21 Jan 2020

Dokterdigital.com - Penggunaan nanopartikel dalam pengobatan telah dieksplorasi beberapa kali oleh berbagai peneliti yang telah mengakui potensinya. Namun, kekhawatiran tentang toksisitas dan efek samping jangka panjang telah membuat para ilmuwan waspada. Sebuah studi baru-baru ini oleh University of Georgia mengungkapkan dengan tepat bagaimana nanopartikel natrium klorida (SCNP) berpotensi membunuh sel kanker pada tikus dengan efek samping minimal. Karena komponen garam dianggap zat jinak, toksisitas memasuki sel kanker melalui bentuk nanopartikel secara diam-diam.

Membran plasma umumnya menghentikan masuknya ion natrium ke dalam sel. Namun, para peneliti memperhatikan bahwa SCNPs mampu dengan mudah melewati penghalang yang ditimbulkan oleh membran. Sel-sel tidak menyadari bahwa toksisitas melekat pada bentuk nanopartikel dan 'tertipu' untuk percaya bahwa partikel berukuran mikro itu jinak. Teknik kuda troya digunakan untuk mengatasi kadar konsentrasi natrium klorida rendah yang diizinkan di dalam membran sel, terutama karena sel tidak dapat mengidentifikasi ion natrium sebagai bahan destruktif (perusak).

"Mekanisme ini sebenarnya lebih beracun bagi sel-sel kanker daripada sel normal, karena sel-sel kanker memiliki konsentrasi natrium yang relatif tinggi untuk memulai," kata penulis utama Jin Xie, seorang profesor kimia.

SCNPs di dalam sel selanjutnya larut menjadi jutaan ion natrium dan klorida, menyebabkan kerusakan pada membran plasma dan akhirnya menyebabkan kematian sel. Sinyal dikirim ke sistem kekebalan tubuh, yang merespons dengan menyebabkan reaksi peradangan untuk melawan patogen tubuh.

Pada peneliyian, dua kelompok tikus dengan tumor diobati dengan natrium klorida. Satu kelompok menerima SCNPS sementara kelompok kontrol lainnya diberi dosis natrium klorida yang sama dalam bentuk larutan. Hasilnya menunjukkan bahwa SCNP menghambat pertumbuhan kanker sebesar 66 persen, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tidak ada efek samping yang terlihat, terutama bahwa tidak ada kerusakan yang terlihat pada organ-organ tikus.

Ketika tikus diinokulasi (ditanam) dengan sel kanker yang dibunuh oleh SCNP, semua hewan benar-benar bebas dari kanker selama dua minggu pertama. Setelah itu, tikus tersebut menunjukkan respons kekebalan yang kuat terhadap sel kanker hati. Setelah tumor primer dibunuh dengan SCNPS, terjadi penurunan pertumbuhan tumor dari tumor sekunder yang tidak diobati sebesar 53 persen, membuktikan bahwa sel-sel kanker yang sekarat ini dapat digunakan untuk mengembangkan vaksinasi in situ.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check