Kenali Aroma Vagina yang Tak Biasa

Kenali Aroma Vagina yang Tak Biasa

14 Jan 2020

Dokterdigital.com - Mengonsumsi makanan manis dapat memicu pertumbuhan yeast (ragi) dalam jumlah berlebih - yang dapat memperkuat bau vagina. Sejauh ini tidak ada penelitian yang mendukung penggunaan makanan tertentu untuk mengubah bau vagina. Namun, beberapa bukti anekdotal menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan berbau manis seperti semangka, apel, dan seledri dapat membantu mengatasi aroma tajam organ intim perempuan.

Cara lain untuk mengurangi aroma tajam vagina bisa dilakukan dengan minum banyak air. Hidrasi yang baik dapat mencegah pertumbuhan bakteri berlebih pada vagina, serta meminimalkan bau keringat yang bisa menghasilkan bau vagina.

Sejatinya vagina memiliki aroma yang unik. Beberapa wanita mungkin sadar dengan aroma vaginanya. Namun hal normal bagi vagina yang sehat untuk memiliki sedikit aroma. Bau ini dapat berubah ketika infeksi atau terdapat masalah kesehatan lainnya.

Nutrisi, status kesehatan, dan faktor-faktor lain dapat memengaruhi aroma alami vagina. Banyak produk menawarkan untuk "memperbaiki" aroma vagina, tetapi ini tidak diperlukan secara medis atau terjamin aman. Faktanya, hal itu dapat menyebabkan infeksi yang memicu atau malah memperburuk bau yang tidak sedap.

Ragam Aroma Vagina

Perasaan negatif tentang bau vagina dapat menyebabkan masalah  dengan harga diri dan citra tubuh. Namun tidak usah cemas, normal saja bagi vagina untuk memiliki bau musk yang ringan. Bau ini berubah dengan perubahan hormon selama kehamilan, menopause, dan siklus menstruasi. Bau yang halus dan samar tidak perlu dikhawatirkan. Namun, wanita yang memiliki bau vagina yang tidak biasa mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter. Bau vagina yang tidak biasa antara lain:

1. Bau amis

Ketika faktor-faktor tertentu mempengaruhi kimiawi kompleks vagina, bakteri patogen (berbahaya) dapat tumbuh di luar kendali, yang menghasilkan bau amis. Vaginosis bakteri dapat memiliki efek ini: Infeksi vagina yang paling umum pada wanita berusia 15-44 tahun.

Sejumlah wanita dengan vaginosis bakteri dapat mengalami gejala lain, seperti gatal atau terbakar. Ini mungkin terasa mirip dengan infeksi ragi. Namun bagi banyak orang, bau amis adalah satu-satunya gejala. Antibiotik yang diresepkan dapat membantu mengobati infeksi ini, dan mengadopsi kebiasaan sehat tertentu dapat mengurangi risikonya.

Langkah yang bisa dilakukan antara lain:

- Menghindari douching, karena dapat mempengaruhi keseimbangan pH vagina.

- Tidak menggunakan produk beraroma di dalam atau di sekitar vagina. Parfum dan produk lain, seperti tampon beraroma, dapat mengubah kimia vagina dan menimbulkan vaginosis bakteri.

- Membatasi pasangan seksual dan melakukan hubungan seks yang aman. Meskipun vaginosis bakteri bukan infeksi menular seksual (IMS), memiliki banyak pasangan seksual dapat memengaruhi keseimbangan bakteri vagina, yang berpotensi menyebabkan vaginosis bakteri.

2. Bau manis atau seperti bir

Pertumbuhan berlebih ragi di vagina dapat menghasilkan bau yang manis, mirip dengan madu atau kue. Vagina mungkin juga berbau seperti bir, tepung, atau roti. Kadang-kadang juga bisa berbau asam. Rasa terbakar yang hebat, gatal, atau perasaan kering biasanya menyertai infeksi ragi. Gejala-gejala ini cenderung memburuk seiring waktu. Sejumlah wanita juga mungkin mengenali cairan yang menyerupai keju cottage.

Kondisi ini dapat disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan yang dijual bebas. Namun, wanita yang belum pernah mengalami infeksi ragi sebelumnya harus berkonsultasi dengan dokter untuk menyingkirkan penyebab lain.
Sejumlah cara bisa dilakukan - mirip dengan upaya pencegahan vaginosis bakteri, seperti menghindari produk beraroma dan tidak pernah melakukan douching, juga efektif dalam mencegah pertumbuhan berlebih ragi.

Strategi lain termasuk:

- Hanya minum antibiotik bila perlu. Pada beberapa wanita, antibiotik dapat membunuh bakteri vagina yang menguntungkan, memicu pertumbuhan ragi vagina yang tidak terkendali.

- Tidak melakukan seks oral dengan orang yang memiliki sariawan di mulut. Orang-orang dapat menularkan sariawan melalui kontak mulut ke kelamin alias seks oral.

- Menjaga daerah vagina tetap kering. Karena ragi berkembang paling cepat di lingkungan yang lembab, penting untuk menghindari vagina dalam kondisi lembab setelah dibersihkan. Basuh dengan handuk setelah mandi atau berenang dan hindari duduk dengan pakaian renang atau pakaian dalam yang basah.

3. Bau lainnya

Perubahan hormon yang terjadi selama menopause dapat mengubah aroma vagina dan membuat vagina terasa kering. Beberapa penyakit menular seksual juga dapat mengubah bau vagina, terutama trikomoniasis.

Wanita disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait perubahan yang terlihat pada bau vagina - terutama jika baunya kuat atau tidak menyenangkan. Namun, hindari menggunakan parfum untuk menutupi bau.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check