Selain untuk Terapi Diabetes, Pare Efektif Hentikan Pertumbuhan Kanker

Selain untuk Terapi Diabetes, Pare Efektif Hentikan Pertumbuhan Kanker

14 Jan 2020

Dokterdigital.com - Pare alias paria telah lama berfungsi sebagai obat tradisional India selama berabad-abad. Baru-baru ini, suplemen ekstrak pare telah mendapatkan popularitas sebagai obat alternatif untuk diabetes. Penelitian terkini pada tikus tampaknya menunjukkan bahwa ekstrak pare dapat membantu melawan kanker.

Sayur dengan nama Latin Momordica charantia adalah kerabat mentimun dan zucchini, yang berasal dari negara bagian Kerala, India Selatan. Sayur ini kemudian menyebar. Cina pertama kali mengimpornya pada abad ke-14. Kemudian menyebar ke wilayah Afrika dan ke Karibia.

Pare telah lama digunakan untuk mengobati banyak masalah kesehatan, dan baru-baru ini mendapatkan beberapa popularitas sebagai obat alami melawan diabetes.

Sayuran bertekstur ini merupakan bahan utama menu masakan Asia, menambah rasa unik masakan lokal melalui kepahitannya yang khas.

Baru-baru ini, Prof. Ratna Ray - dari Saint Louis University di Missouri - dan rekan-rekannya menemukan sesuatu yang menarik. Dalam percobaan menggunakan model tikus, ekstrak pare tampaknya efektif dalam mencegah tumor kanker untuk tumbuh dan menyebar. Para peneliti melaporkan temuan mereka dalam makalah studi yang dipublikasikan di jurnal Cell Communication and Signaling.

Prof. Ray besar di India, jadi dia tidak hanya akrab dengan kualitas kuliner pare, tetapi juga dengan sifat obat yang diduga dimiliki sayuran berasa pahit ini. Hal inilah yang membuatnya penasaran apakah tanaman itu juga mengandung properti yang akan menjadikannya 'alat alami' yang efektif untuk perawatan antikanker.

Prof. Ray  dan rekan-rekannya memutuskan untuk mengujnyai dalam studi pendahuluan dengan menggunakan ekstrak pare pada berbagai jenis sel kanker - termasuk payudara, prostat, dan sel kanker kepala dan leher. Tes laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak pare menghentikan replikasi sel-sel, menunjukkan bahwa ini mungkin langkah efektif dalam mencegah penyebaran kanker.

Dalam percobaan lebih lanjut menggunakan model tikus, para peneliti menemukan bahwa ekstrak tumbuhan merambat ini mampu mengurangi kejadian kanker lidah. Jadi, dalam studi baru mereka, Prof. Ray dan tim mencoba mencari tahu apa yang mungkin memberi senyawa pare yang unggul terhadap sel kanker. Kali ini, mereka menggunakan model tikus untuk mempelajari mekanisme melalui ekstrak pare yang berinteraksi dengan tumor kanker mulut dan lidah.

Tim peneliti melihat bahwa ekstrak pare berinteraksi dengan molekul yang memungkinkan glukosa (gula sederhana) dan lemak untuk beredar di seluruh tubuh, dalam beberapa kasus "memberi makan" sel-sel kanker dan memungkinkannya untuk berkembang. Dengan mengganggu jalur tersebut, ekstrak pare pada dasarnya menghentikan pertumbuhan tumor kanker, dan bahkan menyebabkan kematian beberapa sel kanker.

"Semua studi model hewan yang telah kami lakukan memberi kami hasil yang serupa, pengurangan pertumbuhan tumor sekitar 50%," kata Prof. Ray.

Masih belum jelas apakah 'melon pahit' ini akan memiliki efek yang sama pada manusia, tetapi Prof. Ray dan rekannya menjelaskan bahwa, ke depan, inilah yang ingin mereka ketahui.

"Langkah kami selanjutnya adalah melakukan studi percontohan pada [orang dengan kanker] untuk melihat apakah pare memiliki manfaat klinis dan merupakan terapi tambahan yang menjanjikan untuk perawatan saat ini," katanya.
Prof. Ray tampaknya yakin bahwa tanaman itu- jika tidak ada yang lain - setidaknya merupakan penyumbang positif bagi kesehatan manusia. "Beberapa orang memilih makan sebutir apel sehari, dan saya akan makan pare. Saya menikmati rasanya," tandasnya seperti dilaporkan Medical News Today.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check